alexametrics

Korban 130 Orang, Muslim Rohingya Dibantai Besar-besaran

loading...
Korban 130 Orang, Muslim Rohingya Dibantai Besar-besaran
Rumah-rumah di sebuah desa di Maungdaw, Rakhine, Myanmar, dibakar pada 30 Agustus 2017. Foto/REUTERS/Soe Zeya Tun
A+ A-
YANGON - Sebuah laporan dari para aktivis menyebut pasukan keamanan Myanmar dan para perwira Buddha melakukan pembantaian etnis Muslim Rohingya secara besar-besaran dalam sepekan. Dalam laporan disebutkan, sekitar 130 orang, termasuk wanita dan anak-anak Rohingya dibunuh.

Pembantaian massal seperti dilaporkan ABC Jumat (1/9/2017) dengan mengutip dua sumber terpisah, terjadi di Desa Chut Pyin, dekat Kota Rathedaung, Myanmar barat.

”Sejauh ini laporan—menurut saya cukup kredibel—menyebutkan sekitar 130 orang termasuk wanita dan anak-anak terbunuh,” kata Chris Lewa, Direktur The Arakan Project, lembaga kemanusiaan yang bekerja dengan komunitas Rohingya.



"Itu terjadi pada hari Minggu ketika pasukan keamanan tiba-tiba mengepung seluruh wilayah, bersama dengan penduduk desa Rakhine, sepertinya ini adalah pembantaian besar-besaran di Rathedaung,” kata Lewa.

Kekerasan terbaru pecah di Rakhine pada Kamis malam atau Jumat dini hari pekan lalu ketika sebuah kelompok gerilyawan menyerang pos-pos polisi yang menewaskan 12 petugas. Kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dengan dalih sebagai sikap pembelaan terhadap warga Rohingya.

Baca: Total 96 Orang Terbunuh, Bayi pun Tak Luput dari Pasukan Myanmar

Pasukan keamanan Myanmar mengatakan bahwa mereka telah membunuh setidaknya 80 militan. Tapi, ada laporan tentang pembunuhan dan pembakaran desa-desa secara meluas di Rakhine, Myanmar.

Sebuah video yang diterima ABC dari pemantau hak asasi manusia menunjukkan Desa Chut Pyin dibakar da nada kuburan yang baru digali berisi jasad orang-orang yang dibunuh.

”Di sinilah mayat-mayat dari Desa Chut Pyin dikuburkan, mereka mengubur 10-20 mayat, meletakkan dua sampai tiga mayat di setiap lubang,” kata seorang pria tidak dikenal di video tersebut.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak