Hamas Bebaskan 2 Sandera Lagi setelah Mediasi Mesir-Qatar

Selasa, 24 Oktober 2023 - 06:07 WIB
loading...
A A A
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuntut pembebasan tanpa syarat seluruh sandera yang ditahan di Gaza. Kelompok hak asasi manusia, organisasi internasional dan keluarga para tawanan juga menyerukan pembebasan mereka segera.

Pembebasan sandera pertama sejak serangan 7 Oktober terjadi pada hari Jumat, dengan Hamas membebaskan dua wanita berkewarganegaraan Amerika Serikat, Judith Raanan dan putrinya Natalie, menyusul upaya mediasi yang dilakukan Qatar.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan bahwa pembebasan tersebut dilakukan “setelah komunikasi terus menerus selama berhari-hari” dengan semua pihak yang terlibat.

Obeida sebelumnya menyatakan bahwa Hamas menawarkan untuk membebaskan dua tawanan tambahan bersama Judith dan Natalie pada Jumat lalu, namun ditolak oleh otoritas Israel.

Israel menyebut klaim tersebut sebagai “propaganda palsu” dan menyatakan bahwa Hamas berusaha memperbaiki citranya karena kisah-kisah mengerikan tentang orang-orang bersenjata Hamas yang membunuh warga sipil Israel, beberapa di antaranya menggunakan metode yang mengerikan, mendapat kecaman keras di seluruh dunia.

Ketika militer Israel bersiap untuk melakukan invasi darat ke Jalur Gaza yang terkepung, keluarga korban yang diculik dan ditawan dihadapkan pada dilema yang menyakitkan. Beberapa keluarga mendesak pemerintah Israel untuk memprioritaskan pembebasan sandera, sementara yang lain mengatakan mereka memahami penekanan pada penyerangan. Hamas.

“Kita perlu berbicara dengan Hamas. Kita tidak bisa selalu melakukan perang. Kami punya begitu banyak tahanan Palestina yang bisa kami tukarkan dengan rakyat kami,” kata Carmel Gorni, seorang aktivis politik yang sepupunya Yiftah Gorni terbunuh dalam serangan itu, kepada kantor berita Reuters.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Gabung Misi Global Sumud...
Gabung Misi Global Sumud Flotilla 2026, Lima Relawan GPCI Berangkat ke Turki
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
Lippo Hibahkan Lahan...
Lippo Hibahkan Lahan untuk 141 Ribu Rumah di Meikarta, Percepat Program 3 Juta Rumah
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Berita Terkini
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Infografis
Jelang Pembebasan Sandera,...
Jelang Pembebasan Sandera, Brigade Al-Qassam Hamas Unjuk Kekuatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved