Israel Ancam Hizbullah: Jika Ikut Perang Gaza, Lebanon Hancur Tak Terbayangkan!

Senin, 23 Oktober 2023 - 06:33 WIB
loading...
Israel Ancam Hizbullah:...
Israel mengancam hancurkan Lebanon jika Hizbullah ikut perang membela Hamas di Gaza, Palestina. Foto/REUTERS
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengancam akan menghancurkan Lebanon jika Hizbullah ikut bergabung dalam perang Israel-Hamas di Gaza, Palestina.

“Jika Hizbullah memutuskan untuk ikut berperang, mereka akan merindukan Perang Lebanon Kedua,” lanjut PM Israel tersebut, mengacu pada konflik tahun 2006 ketika Israel menginvasi Lebanon selatan dan menggempur Beirut dengan serangan udara sebagai respons atas serangan Hizbullah ke Israel.

Pada perang 2006 yang berlangsung selama sebulan, sekitar 165 warga Israel dan lebih dari 1.000 warga Lebanon tewas.

“Mereka akan membuat kesalahan dalam hidupnya,” lanjut Netanyahu, seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (23/10/2023).

“Kami akan menyerangnya dengan kekuatan yang tak terbayangkan dan dampaknya terhadap negara Lebanon akan sangat menghancurkan," imbuh dia.

Baca Juga: Jelang Perang dengan Hizbullah, Israel Perluas Evakuasi Warganya di Perbatasan Lebanon

Pasukan Israel dan Hizbullah terlibat baku tembak roket dan artileri sejak konflik dengan Hamas pecah dua minggu lalu. Meskipun kelompok paramiliter Lebanon itu telah mengirimkan drone dan sejumlah penyusup melintasi perbatasan, tidak ada serangan besar-besaran yang terjadi, dan Israel sejauh ini menghindari pembukaan front kedua di utara.

Namun kelompok milisi Lebanon yang didukung Iran itu telah meningkatkan serangannya dalam beberapa hari terakhir, menembakkan puluhan roket ke pangkalan militer Israel dan membunuh seorang tentara Israel dalam serangan rudal pada hari Jumat.

Pasukan Israel membalasnya dengan tembakan artileri dan serangan pesawat tak berawak.

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan pada hari Sabtu bahwa Hizbullah telah memutuskan untuk berpartisipasi dalam pertempuran dan akan membayar harga yang mahal untuk melakukan hal tersebut.

Namun di balik layar, AS memperingatkan Israel agar tidak terlibat dalam perang di dua front, sebagaimana dilaporkan New York Times.

Menurut sumber surat kabar tersebut, para pejabat Amerika memandang Gallant sebagai tokoh garis keras, yang tindakannya berisiko menyeret Israel ke dalam perang yang sulit dimenangkan.

Lebih jauh lagi, kata sumber tersebut, ketika AS mendukung Israel dan Iran mendukung Hizbullah, perang semacam itu dapat dengan mudah berubah menjadi konflik yang lebih luas dan lebih merusak.

"Hizbullah saat ini berada di jantung pertempuran antara Israel dan Hamas," kata wakil pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, pada hari Minggu.

Qassem menjelaskan bahwa tujuan Hizbullah saat ini adalah untuk melemahkan Israel. "Kami memberi tahu mereka bahwa kami siap menghadapi kemungkinan eskalasi besar," katanya.

Puluhan ribu warga Israel telah dievakuasi dari permukiman dekat perbatasan Lebanon. Warga dari 14 komunitas telah diperintahkan meninggalkan tempat tinggal sementara sejak Sabtu pagi, sementara 28 permukiman lainnya dikosongkan pekan lalu.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Apakah Gerakan Amal...
Apakah Gerakan Amal Bisa Menggantikan Hizbullah?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Putin Puji Trump: Pemimpin...
Putin Puji Trump: Pemimpin yang Tak Mudah Dipengaruhi
Rekomendasi
Di Hadapan Prabowo,...
Di Hadapan Prabowo, Kapolri: SPPG Polri Berhasil Pertahankan Zero Accident
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Tegaskan Peran Strategis Polri Kawal Pembangunan
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Berita Terkini
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Rakyat UEA Menikmati Jaringan Kereta Api
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Sanksi Dicabut, Iran...
Sanksi Dicabut, Iran Jual Minyak 20% Lebih Mahal
Iran Bersiap Berperang...
Iran Bersiap Berperang Lagi jika MoU Tidak Dilaksanakan, AS dan Sekutunya Ketar-ketir
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Infografis
Houthi Yaman Siap Serang...
Houthi Yaman Siap Serang Israel jika Perang Gaza Berlanjut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved