Gulingkan Hamas, AS dan Israel Gagas Pemerintahan Boneka di Gaza

Sabtu, 21 Oktober 2023 - 18:42 WIB
loading...
A A A
“Tahap terakhir memerlukan penghapusan tanggung jawab Israel atas kehidupan di Jalur Gaza dan pembentukan realitas keamanan baru,” katanya.

Pada saat yang sama, pemimpin oposisi Israel Yair Lapid menyarankan pada hari Kamis bahwa solusi terbaik untuk Gaza setelah konflik berakhir adalah mengembalikannya ke kendali Otoritas Palestina yang berbasis di Tepi Barat, yang digulingkan oleh Hamas dari daerah kantong tersebut pada tahun 2007.

Sementara itu, Bloomberg melaporkan pada hari Jumat bahwa AS dan beberapa sekutunya di Eropa mendorong Israel untuk menunda operasi daratnya guna mendapatkan lebih banyak waktu guna menjamin pembebasan sandera yang ditahan oleh Hamas, yang telah menangkap sekitar 200 orang sejak kekerasan dimulai.

Pada hari yang sama, para pejabat AS mengonfirmasi bahwa kelompok itu telah membebaskan dua sandera asal AS.

Washington juga dilaporkan memberikan pengaruh yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap rencana operasi darat tersebut, karena khawatir bahwa serangan besar-besaran di Gaza dapat memicu konflik yang lebih luas, sehingga menarik Hizbullah, sebuah kelompok militer Islam yang berbasis di Lebanon dan memiliki hubungan dekat dengan Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Nasib Apes Uni Eropa,...
Nasib Apes Uni Eropa, Terancam Kehilangan Pasokan AS usai Tinggalkan Gas Rusia
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Iran Desak Militer Negara...
Iran Desak Militer Negara Barat Angkat Kaki dari Timur Tengah: Biang Masalah!
Rekomendasi
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
OTT di Kuansing, KPK...
OTT di Kuansing, KPK Minta Bupati dan Sekda Menyerahkan Diri
Berita Terkini
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Pertama Kali dalam 20...
Pertama Kali dalam 20 Tahun, Buffett Tunda Donasi ke Gates Foundation karena Kasus Epstein
Pasukan Keamanan Gaza...
Pasukan Keamanan Gaza Gagalkan Penyelundupan Narkoba Besar-besaran oleh Geng Antek Israel
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved