5 Alasan Mesir Menolak Pengungsi Gaza, Salah Satunya Khawatir Infiltrasi Pejuang Hamas

Jum'at, 20 Oktober 2023 - 22:22 WIB
loading...
5 Alasan Mesir Menolak...
Mesir menjadi negara yang sangat menolak masuknya pengungsi Gaza. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Ketika warga Palestina yang putus asa di Gaza mencoba mencari perlindungan di bawah pemboman Israel yang tiada henti sebagai pembalasan atas serangan brutal Hamas pada 7 Oktober, beberapa orang bertanya mengapa negara tetangganya, Mesir tidak menerima mereka.

Kedua negara, yang masing-masing mengapit Israel dan berbagi perbatasan dengan Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, telah menjawab dengan penolakan keras.

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi melontarkan pernyataan terkerasnya pada hari Rabu, dengan mengatakan bahwa perang saat ini tidak hanya ditujukan untuk melawan Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, “tetapi juga upaya untuk mendorong penduduk sipil untuk … bermigrasi ke Mesir.” Dia memperingatkan hal ini dapat merusak perdamaian di wilayah tersebut.

Baca Juga: Perang Berkobar di Perbatasan Lebanon-Israel, 10 Pejuang Hizbullah Tewas

Berikut adalah 5 alasan Mesir menolak pengungsi Gaza.

1. Membahayakan Perjanjian Damai Mesir-Israel

5 Alasan Mesir Menolak Pengungsi Gaza, Salah Satunya Khawatir Infiltrasi Pejuang Hamas

Foto/Reuters

Penolakan mereka berakar pada ketakutan bahwa Israel ingin memaksa pengusiran permanen warga Palestina ke negara mereka dan membatalkan tuntutan Palestina untuk menjadi negara.

El-Sissi juga mengatakan eksodus massal akan berisiko membawa militan ke Semenanjung Sinai Mesir, tempat mereka mungkin melancarkan serangan terhadap Israel, sehingga membahayakan perjanjian perdamaian kedua negara yang telah berusia 40 tahun.

2. Trauma dengan Nakba

5 Alasan Mesir Menolak Pengungsi Gaza, Salah Satunya Khawatir Infiltrasi Pejuang Hamas

Foto/Reuters

Pengungsian telah menjadi tema utama sejarah Palestina. Pada perang tahun 1948 sekitar pembentukan Israel, diperkirakan 700.000 warga Palestina diusir atau melarikan diri dari wilayah yang sekarang menjadi Israel. Orang-orang Palestina menyebut peristiwa itu sebagai Nakba, yang dalam bahasa Arab berarti “malapetaka”.

Pada perang Timur Tengah tahun 1967, ketika Israel merebut Tepi Barat dan Jalur Gaza, 300.000 warga Palestina lainnya melarikan diri, sebagian besar ke Yordania.

Para pengungsi dan keturunan mereka kini berjumlah hampir 6 juta orang, sebagian besar tinggal di kamp-kamp dan komunitas di Tepi Barat, Gaza, Lebanon, Suriah dan Yordania. Diaspora telah menyebar lebih jauh, dengan banyak pengungsi yang tinggal di negara-negara Teluk Arab atau negara-negara Barat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Kebakaran di Tambora...
Kebakaran di Tambora Hanguskan 27 Rumah, 250 Warga Mengungsi
Skandal Kerajaan, Putra...
Skandal Kerajaan, Putra dari Putri Mahkota Norwegia Divonis Penjara atas Tuduhan Pemerkosaan
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Infografis
5 Negara Calon Pemimpin...
5 Negara Calon Pemimpin Baru NATO, Salah Satunya Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved