AS: China Miliki Lebih dari 500 Senjata Nuklir yang Beroperasi
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 08:07 WIB
loading...
Amerika Serikat sebut China sudah memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir yang beroperasi dan mungkin akan memiliki 1.000 hulu ledak nuklir pada 2030. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon mengatakan China memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir yang beroperasi.
Menurut Pentagon, Beijing bahkan mungkin akan memiliki 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030.
“Pada tahun 2022, Beijing melanjutkan ekspansi nuklirnya yang pesat, dan Departemen Pertahanan memperkirakan bahwa RRC (Republik Rakyat China) memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir yang beroperasi pada Mei 2023—di jalur yang melampaui proyeksi sebelumnya,” ungkap Pentagon dalam laporan tahunannya tentang perkembangan militer dan keamanan China, Kamis, yang dilansir Reuters pada Jumat (20/10/2023).
Baca Juga: Vladimir Putin Ungkap Kapan Rusia Gunakan Senjata Nuklir
Laporan tersebut memperkirakan bahwa RRC mungkin akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir yang beroperasi pada 2030. "Sebagian besar akan dikerahkan pada tingkat kesiapan yang lebih tinggi dan akan terus meningkatkan kekuatannya hingga tahun 2035," lanjut laporan tersebut.
Menurut Pentagon, Beijing bahkan mungkin akan memiliki 1.000 hulu ledak nuklir pada tahun 2030.
“Pada tahun 2022, Beijing melanjutkan ekspansi nuklirnya yang pesat, dan Departemen Pertahanan memperkirakan bahwa RRC (Republik Rakyat China) memiliki lebih dari 500 hulu ledak nuklir yang beroperasi pada Mei 2023—di jalur yang melampaui proyeksi sebelumnya,” ungkap Pentagon dalam laporan tahunannya tentang perkembangan militer dan keamanan China, Kamis, yang dilansir Reuters pada Jumat (20/10/2023).
Baca Juga: Vladimir Putin Ungkap Kapan Rusia Gunakan Senjata Nuklir
Laporan tersebut memperkirakan bahwa RRC mungkin akan memiliki lebih dari 1.000 hulu ledak nuklir yang beroperasi pada 2030. "Sebagian besar akan dikerahkan pada tingkat kesiapan yang lebih tinggi dan akan terus meningkatkan kekuatannya hingga tahun 2035," lanjut laporan tersebut.
Lihat Juga :