Pendeta Gereja Anglikan Desak Komunitas Internasional Minta Israel Bertanggung Jawab
Rabu, 18 Oktober 2023 - 19:05 WIB
loading...
Dunia internasional harus menuntut pertanggungjawaban Israel dalam pengeboman RS Al Ahli di Gaza. Foto/Reuters
A
A
A
GAZA - Fadi Diab, seorang pendeta di sebuah gereja Anglikan dan rektor Gereja Episkopal Saint Andrews di Ramallah, telah meminta komunitas internasional untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas serangan rumah sakit Al Ahli dan mengakhiri perang.
“Sebagai gereja, kami bertanggung jawab atas rumah sakit ini dan kami mengutuk keras penargetan fasilitas medis dan paramedis. Kami menganggap ini sebagai pelanggaran kemanusiaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” katanya saat konferensi pers di Ramallah, dilansir Al Jazeera.
“Kami menganggap pihak pendudukan bertanggung jawab atas serangan ini; mereka bertanggung jawab untuk melindungi warga sipil. Mereka bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Gaza dan atas serangan terhadap Rumah Sakit Baptis al-Ahli… Kami menyerukan agar mereka yang bertanggung jawab dan para pendukungnya dimintai pertanggungjawaban," paparnya.
Sementara itu, Saleem Oweis, juru bicara Kantor UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengutuk serangan terhadap rumah sakit tersebut dan menyebutnya “mengerikan dan tidak dapat diterima”.
Baca Juga: Perbedaan Sikap di Antara Anggota, Kenapa Konflik Israel-Hamas Bisa Ganggu Sentralitas ASEAN?
Mengacu pada situasi kemanusiaan di Gaza, dia mengatakan kondisinya “sangat mengerikan”.
“Tidak ada tempat yang aman di Gaza untuk anak-anak dan keluarga saat ini,” kata Oweis kepada Al Jazeera, seraya menambahkan bahwa UNICEF tidak dapat menjalankan tugasnya secara normal saat ini karena masalah keamanan dan berkurangnya pasokan.
“Sebagai gereja, kami bertanggung jawab atas rumah sakit ini dan kami mengutuk keras penargetan fasilitas medis dan paramedis. Kami menganggap ini sebagai pelanggaran kemanusiaan dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” katanya saat konferensi pers di Ramallah, dilansir Al Jazeera.
“Kami menganggap pihak pendudukan bertanggung jawab atas serangan ini; mereka bertanggung jawab untuk melindungi warga sipil. Mereka bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Gaza dan atas serangan terhadap Rumah Sakit Baptis al-Ahli… Kami menyerukan agar mereka yang bertanggung jawab dan para pendukungnya dimintai pertanggungjawaban," paparnya.
Sementara itu, Saleem Oweis, juru bicara Kantor UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengutuk serangan terhadap rumah sakit tersebut dan menyebutnya “mengerikan dan tidak dapat diterima”.
Baca Juga: Perbedaan Sikap di Antara Anggota, Kenapa Konflik Israel-Hamas Bisa Ganggu Sentralitas ASEAN?
Mengacu pada situasi kemanusiaan di Gaza, dia mengatakan kondisinya “sangat mengerikan”.
“Tidak ada tempat yang aman di Gaza untuk anak-anak dan keluarga saat ini,” kata Oweis kepada Al Jazeera, seraya menambahkan bahwa UNICEF tidak dapat menjalankan tugasnya secara normal saat ini karena masalah keamanan dan berkurangnya pasokan.
Lihat Juga :