Trump Ragu Jeffrey Epstein Bunuh Diri

loading...
Trump Ragu Jeffrey Epstein Bunuh Diri
Presiden AS Donald Trump ragu jika terdakwa kasus perdagangan seks anak Jeffrey Epstein bunuh diri. Foto/Forbes
A+ A-
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merasa ragu jika terdakwa kasus perdagangan seks anak, Jeffrey Epstein, melakukan bunuh diri. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara dengan Axios.

Selama wawancara dengan Axios, Trump diminta untuk mengomentari pernyataan baru-baru ini di mana ia mengirim ucapan selamat kepada Ghislaine Maxwell, mantan pacar Epstein, yang ditangkap oleh FBI pada awal Juli.

"Pacarnya (Epstein) entah terbunuh atau bunuh diri di penjara. Dia sekarang di penjara. Ya, saya berharap dia baik-baik saja. Saya berharap Anda baik-baik saja. Saya berharap banyak orang baik-baik. Semoga beruntung. Biarkan mereka membuktikan seseorang bersalah," jelas Trump seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (4/8/2020).(Baca: Kasus Budak Seks Epstein, Ghislaine Maxwell Mengaku Tidak Bersalah)

Pada akhir Juli lalu, Trump sempat mengingat bagaimana dia bertemu Ghislaine Maxwell, beberapa kali selama bertahun-tahun di Palm Beach, tempat tinggalnya. Ditanya apakah Trump berpikir Maxwell dapat mempengaruhi orang-orang kuat yang dekat dengan Epstein, orang nomor satu di AS itu mengaku tidak terlaku mengikuti kasus tersebut.

"Aku tidak tahu situasinya dengan Pangeran Andrew. Aku tidak tahu. Aku hanya tidak menyadarinya," kata Trump saat konferensi pers di Gedung Putih.



Pernyataan tentang Duke of York tampaknya bertentangan dengan pernyataan Trump pada tahun 2015 ketika ia mencalonkan diri sebagai presiden. Saat itu Trump mengatakan bahwa Pangeran Andrew akan berbicara tentang pulau pribadi Epstein, yang dijulukinya sebagai "kolam limbah".

"Tanyakan saja kepada Pangeran Andrew. Dia akan memberitahumu tentang hal itu," kata Trump pada tahun 2015.

Duke of York diketahui berteman dengan Ghislaine Maxwell dan Jeffrey Epstein. Ia bahkan mengunjungi sang miliarder pada tahun 2010 setelah yang terakhir dinyatakan bersalah dalam kasus prostitusi anak.

Salah satu dari dugaan korban Epstein, Virginia Giuffre, mengklaim bahwa ia dipaksa oleh Epstein dan Maxwell untuk berhubungan seks dengan Pangeran Andrew setidaknya tiga kali, termasuk ketika ia masih di bawah umur, klaim yang dibantah oleh Duke of York.

Epstein ditangkap pada 2019 dan didakwa menjalankan jaringan perdagangan seks anak di bawah umur. Dia kemudian ditemukan gantung diri di sel penjara. Kematiannya terjadi dalam keadaan yang aneh. Miliarder itu sebelumnya berusaha mencabut nyawanya dan ditempatkan pada pengawasan khusus. Namun, beberapa hari kemudian ia ditemukan tak bernyawa. Para penjaga yang ditugaskan mengawasinya tertidur ketika dia meninggal.



Semua detail mencurigakan ini dan fakta bahwa Epstein bergaul dengan perdana menteri, bangsawan, selebritas, dan presiden, termasuk mantan presiden Bill Clinton dan Donald Trump, memicu teori konspirasi. Satu teori semacam itu mengatakan Epstein memalsukan kematiannya sendiri dan melarikan diri dari penjara dengan bantuan teman-teman kuatnya. Menurut yang lain, teman-teman yang sama membunuh Epstein karena mereka takut dia akan "bernyanyi" selama persidangan. (Baca: Bill Clinton Terseret Kasus Skandal Budak Seks Epstein)
(ber)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top