Trump Segera Kurangi Pasukan AS di Afghanistan

Selasa, 04 Agustus 2020 - 18:51 WIB
loading...
Trump Segera Kurangi...
Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan segera mengurangi kehadiran militernya di Afghanistan menjadi sekitar 4.000 tentara. Hal itu ditegaskan langsung oleh Presiden AS Donald Trump .

"Kami sebagian besar keluar dari Afghanistan," kata Trump dalam wawancara dengan situs berita AS, Axios.

"Kita akan mengurangi dalam waktu yang sangat singkat menjadi 8.000, maka kita akan turun menjadi 4.000, kita sedang bernegosiasi sekarang," Presiden AS itu menjelaskan, tanpa menentukan waktu yang tepat, tetapi mengatakan bahwa itu akan terjadi "segera" seperti dilansir dari Sputnik, Selasa (4/8/2020).

Ditanya berapa banyak pasukan AS yang akan tetap di Afghanistan pada pemilu di bulan November, Trump mengatakan bahwa itu akan berkisar antara empat hingga lima ribu. (Baca: AS Tutup Lima Pangkalan Militer di Afghanistan )

Pernyataan Trump tersebut dikeluarkan setelah pekan lalu Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa harapan Trump adalah untuk menarik semua pasukan AS yang tersisa dari Afghanistan pada Mei 2021.

Amerika Serikat dan kelompok Taliban menandatangani perjanjian damai di Doha, Qatar, pada tanggal 29 Februari. Perjanjian itu menetapkan penarikan pasukan AS secara bertahap serta dimulainya negosiasi intra-Afghanistan dan pertukaran tahanan. Sebagai tanggapan, Taliban diharapkan untuk mencegah Afghanistan menjadi tempat yang aman bagi para teroris di wilayah tersebut. (Baca: AS-Taliban Teken Kesepakatan Damai, Akhiri Perang 19 Tahun )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Meningkat Menjadi 1.943 Orang, 10.571 Terluka
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran,...
KPK Arab Saudi OTT Besar-besaran, Tangkap 130 Orang termasuk Pejabat Kementerian Urusan Islam
Rekomendasi
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Soroti Dugaan Suap BEM...
Soroti Dugaan Suap BEM UBK, Didi Mahardhika Minta Gerakan Mahasiswa Jaga Integritas
Bukan Soal Gugatan Ditolak,...
Bukan Soal Gugatan Ditolak, Dharma Pongrekun: Perjuangan Saya Memastikan Kekuasaan Tetap Dibatasi Konstitusi
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved