Populasi Khan Younis di Gaza Selatan Membengkak hingga 1 Juta dalam Semalam

Senin, 16 Oktober 2023 - 09:31 WIB
loading...
Populasi Khan Younis...
Imbauan mengungsi dari Israel memaksa ribuan warga Gaza mengungsi ke wilayah yang lebih aman. Foto/Reuters
A A A
GAZA - Kota ini, Khan Younis, Gaza selatan, yang biasanya dihuni oleh 400.000 orang, kini telah membengkak menjadi lebih dari satu juta orang dalam semalam.

Rumah sakit utama di Khan Younis, yang sudah kekurangan kebutuhan pokok, tidak hanya menerima orang sakit dan terluka dari utara - namun kini telah menjadi tempat perlindungan.

Pengungsi berbaris di koridor ketika dokter menangani pendatang baru yang terluka akibat bom Israel. Hiruk pikuk suara bersaing memenuhi udara.

Rumah sakit adalah salah satu tempat teraman di masa perang, dan dilindungi oleh hukum internasional.

Baca Juga: Diduga Ditekan AS dan Negara Arab, Mahmoud Abbas Kutuk Serangan Hamas ke Israel

Dalam beberapa hal, orang-orang ini mungkin adalah orang-orang yang beruntung, setidaknya untuk saat ini.

Para dokter mengatakan mereka hampir tidak punya apa-apa untuk memberikan banyak korban baru - air dijatah hingga 300ml sehari untuk pasien. Pengungsi tidak mendapat apa-apa.

Di tempat lain, warga menerima pendatang baru. Banyak orang di Khan Younis hidup dalam kondisi yang sempit. Kini mereka saling berhadapan.

Ratusan ribu orang melarikan diri ke sYouni dari utara dengan membawa apa pun yang dapat membawa mereka – mobil jika ada bahan bakar, kuda dan kereta jika dapat ditemukan, kaki mereka sendiri jika tidak ada pilihan lain.

Dan apa yang mereka temukan adalah sebuah kota yang berada dalam keadaan terpuruk, tidak siap menghadapi populasinya yang berlipat ganda dalam semalam.

Setiap ruangan, setiap gang, setiap jalan dipenuhi oleh pria, wanita, dan kaum muda. Dan tidak ada tempat lain untuk pergi.



Melansir BBC, Hamas mengatakan 400.000 dari 1,1 juta orang yang tinggal di Gaza utara menuju ke selatan melalui Jalan Salah al-Din dalam 48 jam terakhir, mengikuti perintah Israel untuk pergi.

Bagi banyak orang, ancaman bom Israel dan invasi yang akan datang – yang terjadi setelah orang-orang bersenjata dari Gaza membunuh 1.300 orang di Israel – membatalkan perintah Hamas untuk tetap bertahan.

Namun di lahan sempit ini, yang diblokade dari segala sisi dan terputus dari dunia luar, pilihan untuk menuju ke mana kita akan berakhir sangatlah terbatas. Keamanan tidak pernah terjamin.

Maka sejumlah besar warga Gaza, banyak di antara mereka yang rumahnya sudah dibom, tersesat, takut, tidak tahu apa-apa tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, berkumpul di sini.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Sengaja Targetkan Anak-Anak...
Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina, Penyelidik PBB Nyatakan Israel Lakukan Genosida di Gaza
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Kemendagri dan DPR Sinergi...
Kemendagri dan DPR Sinergi Pemberdayaan Ormas untuk Percepat Kesejahteraan Masyarakat NTB
Orchestra Experience...
Orchestra Experience Hadirkan Konser Mahakarya Klasik dan Lagu Hits Dunia dalam Nuansa Cahaya Lilin
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved