Hamas Diduga Gunakan Senjata Ukraina untuk Serang Israel, Ini Respons Putin

Sabtu, 14 Oktober 2023 - 06:40 WIB
loading...
Hamas Diduga Gunakan...
Roket-roket asal Gaza serang Israel. Hamas diduga menggunakan senjata Ukraina yang dipasok Barat saat menyerang Israel. Foto/REUTERS
A A A
BISHKEK - Hamas, kelompok perlawanan Palestina di Gaza, diduga menggunakan senjata Ukraina yang dipasok Barat saat meluncurkan Operasi Badai al-Aqsa ke Israel pekan lalu. Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut praktik korupsi di Kyiv sebagai penyebabnya.

Putin mengatakan bahwa sebagian senjata yang dikirim Barat ke Ukraina berakhir di tangan militan Hamas mungkin lebih berkaitan dengan korupsi daripada pengiriman yang disengaja.

“Saya ragu ada pengiriman senjata dari Ukraina, tapi saya yakin ada kebocoran senjata dari Ukraina,” katanya dalam konferensi pers di Bishkek, Ibu Kota Kyrgyzstan, pada Jumat sebagaimana dilansir RT, Sabtu (14/10/2023).

“Kami tahu tingkat korupsi di Ukraina sangat tinggi. Pasar gelap muncul ketika ada banyak orang yang ingin membeli, dan di Ukraina banyak pula yang ingin menjual,” paparnya.

Baca Juga: Intel Kyiv: Rusia Pasok Hamas dengan Senjata yang Dirampas dari Ukraina

Menurutnya, orang-orang Ukraina pasti menjual senjata di pasar internasional melalui negara-negara di Afrika dan Timur Tengah.

“Wah, mereka bahkan menjual [senjata] ke Rusia, dan jika mereka bisa menjualnya ke Rusia, tidak ada yang mengejutkan saya lagi,” imbuh orang nomor satu Rusia tersebut.

Dugaan mengenai Hamas yang menggunakan senjata pasokan Amerika Serikat dan sekutunya ke Ukraina pertama kali diungkap oleh mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, yang mengeklaim bahwa peralatan tersebut sedang digunakan secara aktif di Israel.

Intelijen militer Kyiv merespons dengan menuduh Rusia mengirimkan senjata Barat yang direbut di Ukraina ke Hamas dalam operasi “bendera palsu” yang dirancang untuk membuat Kyiv terlihat buruk di mata para pendukungnya.

Israel tidak mengonfirmasi atau menyangkal klaim Medvedev soal dugaan senjata Ukraina jatuh ke tangan Hamas, namun menolak sindiran Ukraina mengenai keterlibatan Rusia dalam serangan Hamas dan menyebutnya sebagai “omong kosong belaka".

Dalam Operasi Badai al-Aqsa, Sabtu pekan lalu, milisi Hamas menembakkan ribuan roket ke Israel dalam hitungan menit, diikuti dengan serangan darat ke pemukiman, desa, dan kota-kota Israel selatan.

Pihak berwenang Israel mengatakan lebih dari 1.300 orang tewas dalam serangan mendadak itu. Tel Aviv menanggapinya dengan mendeklarasikan perang melawan Gaza.

Berbicara tentang konflik yang meningkat, Putin mencatat bahwa Israel sedang menghadapi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya namun tanggapannya “cukup brutal".

Dia juga menawarkan mediasi Rusia, mengingat Moskow memiliki hubungan yang sangat baik dengan Israel, serta ikatan tradisional dengan Palestina. "Sehingga tidak ada yang curiga bahwa kami ingin memainkan semacam permainan," ujarnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kecaman Wapres AS ke...
Kecaman Wapres AS ke Israel Makin Pedas: Senjatamu Dibayar dengan Uang Pajak Amerika!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Momen Tahun Baru Islam...
Momen Tahun Baru Islam 1448 H, Dompet Dhuafa Perkuat Program Anak Yatim melalui BesTeam
Tahfidz 11 Juz, Alhazen...
Tahfidz 11 Juz, Alhazen Nufail Dapat Beasiswa Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading
UNJ Gelar Pesta Rakyat...
UNJ Gelar Pesta Rakyat 2026, Perkuat Semangat Kampus Berdampak dan Bereputasi Global
Berita Terkini
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Demo Anti-Pemerintah...
Demo Anti-Pemerintah Digelar selama 50 Hari, Bolivia Deklarasikan Status Darurat
Tanpa Bantuan AS, Trump:...
Tanpa Bantuan AS, Trump: Israel Akan Hancur
PM Meloni Kecam Trump...
PM Meloni Kecam Trump soal Minta Foto: Italia Tidak Pernah Mengemis
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Infografis
Keinginan Ukraina untuk...
Keinginan Ukraina untuk Memiliki Senjata Nuklir Ditolak AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved