Khawatir Kerusuhan Anti-Yahudi Meluas, Prancis Larang Demonstrasi Pro-Palestina

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 06:43 WIB
loading...
A A A
Dia mengatakan kepada radio Prancis bahwa 100 tindakan antisemit telah tercatat sejak Sabtu. Grafiti yang paling banyak menampilkan "swastika, 'kematian bagi orang Yahudi', seruan untuk melakukan intifada melawan Israel". Namun, beberapa insiden termasuk orang-orang yang ditangkap saat mencoba membawa pisau ke sekolah dan sinagoga, tambahnya.

Polisi Prancis sudah menjaga rumah para anggota parlemen terkemuka. Presiden Majelis Nasional Yaël Braun-Pivet dan anggota parlemen Meyer Habib telah ditawari perlindungan lebih lanjut.

Dalam langkah terpisah, Kanselir Jerman Olaf Scholz menyatakan “tidak ada toleransi” terhadap antisemitisme.

Dia mengatakan kepada parlemen bahwa kelompok pro-Palestina yang merayakan pembunuhan warga sipil Israel pada hari Sabtu akan dilarang.

Polisi Berlin juga telah melarang demonstrasi pro-Palestina yang direncanakan, dengan alasan adanya risiko pernyataan antisemit dan pengagungan kekerasan. Pihak berwenang mengatakan sekitar 60 demonstran mematuhi perintah untuk meninggalkan Potsdamer Platz di Berlin pada hari Kamis.

Presiden Macron mengatakan beberapa dari 17 warga Prancis yang hilang mungkin termasuk di antara sandera yang ditahan oleh Hamas di Gaza, dan "Prancis melakukan segala yang bisa dilakukan bersama Israel dan mitra kami untuk memulangkan mereka".

Israel, katanya, mempunyai hak untuk membela diri dengan membasmi teroris, namun “harus menyelamatkan nyawa warga sipil karena itu adalah tugas negara demokrasi”. “Satu-satunya respons terhadap terorisme adalah respons yang kuat namun adil,” katanya.

Juga terungkap bahwa Presiden Majelis Prancis Braun-Pivet telah menerima ancaman pembunuhan.

Sebagai anggota partai Renaisans yang dipimpin Macron, ia pekan ini menyalakan lampu parlemen dengan warna bendera Israel sebagai respons terhadap serangan Hamas, dan menyerukan mengheningkan cipta selama satu menit sebelum sidang Majelis pada hari Selasa.

Braun-Pivet juga mengumumkan bahwa Maryam Abu Daqqa, anggota Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), akan dilarang menghadiri pemutaran film dokumenter di parlemen bulan depan. Organisasi militan tersebut diakui sebagai organisasi teroris oleh UE.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
AS dan Iran Sepakat...
AS dan Iran Sepakat Damai, Netanyahu Jadi Sasaran Kemarahan Warga Israel
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Keji! Pasangan Muda-Mudi...
Keji! Pasangan Muda-Mudi Buang Bayi di Tempat Sampah Terminal Bus
Rekomendasi
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Syarat Ruben Onsu Bisa Rebut Hak Asuh Anak dari Sarwendah
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
Prancis Khawatir Perang...
Prancis Khawatir Perang Dunia III Pecah antara Rusia dengan NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved