Presiden Erdogan: AS Ingin Melakukan Pembantaian Serius di Gaza
Rabu, 11 Oktober 2023 - 00:52 WIB
loading...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuding ingin ikut campur dalam perang di Gaza. Foto/.Reuters
A
A
A
GAZA - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Amerika Serikat (AS) karena memindahkan kelompok kapal induk lebih dekat ke Israel. Dia mengatakan bahwa mereka akan melakukan “pembantaian serius” di Gaza.
Menyusul serangan mendadak yang dilakukan militan Hamas terhadap Israel pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada Minggu bahwa AS akan memindahkan kelompok penyerang kapal induk, termasuk USS Gerald R. Ford, lebih dekat ke Israel.
“Apa yang akan dilakukan kapal induk AS di dekat Israel, mengapa mereka datang? Apa yang akan dilakukan kapal dan pesawat di dalamnya? Mereka akan menyerang Gaza dan sekitarnya, dan mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembantaian serius di sana,” kata Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan Kanselir Austria Karl Nehammer di Ankara.
Erdogan sebelumnya mengatakan bahwa Turki siap menjadi penengah antara pasukan Israel dan Palestina untuk memastikan ketenangan.
Konflik ini terjadi ketika Turki, yang pada masa lalu mendukung Palestina, menjadi tuan rumah bagi anggota Hamas, dan mendukung solusi dua negara terhadap konflik tersebut, berupaya memperbaiki hubungan dengan Israel setelah bertahun-tahun bermusuhan.
Sebelumnya, AS telah menawarkan bantuan penyelamatan sandera kepada Israel, namun hal ini tidak berarti menempatkan pasukan Amerika di lapangan.
Menyusul serangan mendadak yang dilakukan militan Hamas terhadap Israel pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan pada Minggu bahwa AS akan memindahkan kelompok penyerang kapal induk, termasuk USS Gerald R. Ford, lebih dekat ke Israel.
“Apa yang akan dilakukan kapal induk AS di dekat Israel, mengapa mereka datang? Apa yang akan dilakukan kapal dan pesawat di dalamnya? Mereka akan menyerang Gaza dan sekitarnya, dan mengambil langkah-langkah untuk melakukan pembantaian serius di sana,” kata Erdogan dalam konferensi pers bersama dengan Kanselir Austria Karl Nehammer di Ankara.
Erdogan sebelumnya mengatakan bahwa Turki siap menjadi penengah antara pasukan Israel dan Palestina untuk memastikan ketenangan.
Konflik ini terjadi ketika Turki, yang pada masa lalu mendukung Palestina, menjadi tuan rumah bagi anggota Hamas, dan mendukung solusi dua negara terhadap konflik tersebut, berupaya memperbaiki hubungan dengan Israel setelah bertahun-tahun bermusuhan.
Sebelumnya, AS telah menawarkan bantuan penyelamatan sandera kepada Israel, namun hal ini tidak berarti menempatkan pasukan Amerika di lapangan.
Lihat Juga :