Jenderal Top Iran Puji Operasi Badai al-Aqsa Hamas: Kekuatan Israel Terbukti Rapuh
Senin, 09 Oktober 2023 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Operasi Badai al-Aqsa Hamas: Lebih dari 700 Orang Israel Tewas, 100 Lebih Diculik
Dia juga menyebut kekuatan militer Israel yang dibangga-banggakan selama ini terbukti rapuh.
"Upaya gabungan para pejuang Palestina, dengan nama 'Badai Al-Aqsa', melawan posisi dan benteng rezim Zionis yang bersenjata lengkap di wilayah pendudukan, sekali lagi menyoroti kemegahan yang hampa, kekuatan rapuh rezim pendudukan,” katanya, seperti dikutip dari IRNA, Senin (9/10/2023).
Dalam pernyataan terpisah yang dikutip kantor berita Tasnim, Jenderal Bagheri memuji Hamas karena melakukan “pukulan dahsyat” terhadap Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pidatonya di televisi bahwa negaranya sekarang sedang "berperang".
Iran, sekutu Hamas, telah mempertimbangkan konflik tersebut. "Serangan besar-besaran Hamas merupakan tindakan membela diri atas hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut dan reaksi alami mereka terhadap kebijakan-kebijakan Zionis yang bersifat penghasut perang dan provokatif,” kata Kementerian Luar Negeri Iran yang dilansir Reuters.
Dia juga menyebut kekuatan militer Israel yang dibangga-banggakan selama ini terbukti rapuh.
"Upaya gabungan para pejuang Palestina, dengan nama 'Badai Al-Aqsa', melawan posisi dan benteng rezim Zionis yang bersenjata lengkap di wilayah pendudukan, sekali lagi menyoroti kemegahan yang hampa, kekuatan rapuh rezim pendudukan,” katanya, seperti dikutip dari IRNA, Senin (9/10/2023).
Dalam pernyataan terpisah yang dikutip kantor berita Tasnim, Jenderal Bagheri memuji Hamas karena melakukan “pukulan dahsyat” terhadap Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam pidatonya di televisi bahwa negaranya sekarang sedang "berperang".
Iran, sekutu Hamas, telah mempertimbangkan konflik tersebut. "Serangan besar-besaran Hamas merupakan tindakan membela diri atas hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut dan reaksi alami mereka terhadap kebijakan-kebijakan Zionis yang bersifat penghasut perang dan provokatif,” kata Kementerian Luar Negeri Iran yang dilansir Reuters.
Lihat Juga :