6 Perang Besar yang Melibatkan Israel, Nomor 4 Negara Zionis Hampir Hancur

Minggu, 08 Oktober 2023 - 18:30 WIB
loading...
6 Perang Besar yang...
Perang Yom Kippur menjadikan Israel harus mengakui keunggulan negara-negara Arab lainnya. Foto/Britannica
A A A
GAZA - Israel merupakan negara yang identik dengan perang dan kekerasan. Itu menjadi negara tersebut kerap terlibat konflik. Hal itu disebabkan awal berdirinya negara Zionis juga dikarenakan darah dan peperangan.

Sejarah mencatat, Israel telah terlibat dalam banyak perang dengan negara Arab. Itulah yang menjadikan Israel sebagai negara yang sangat memperhatikan kekuatan militernya. Mereka juga memiliki aliansi yang sangat terutama dengan Amerika Serikat dan negara di Eropa lainnya.

Berikut adalah 6 perang yang melibatkan Israel dengan negara Arab lainnya.

1. Perang Kemerdekaan Israel dan Nakbah Palestina (1948–49)

6 Perang Besar yang Melibatkan Israel, Nomor 4 Negara Zionis Hampir Hancur

Foto/Britannica

Melansir Britannica, pada bulan November 1947 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memutuskan untuk membagi mandat Inggris atas Palestina menjadi negara Yahudi dan negara Arab. Bentrokan segera terjadi antara orang Yahudi dan Arab di Palestina. Ketika pasukan Inggris bersiap untuk mundur dari Palestina, konflik terus meningkat, baik pasukan Yahudi maupun Arab saling berperang.

Salah satu peristiwa yang paling terkenal adalah serangan terhadap desa Arab Deir Yassin pada tanggal 9 April 1948. Berita tentang pembantaian brutal di sana yang dilakukan oleh Irgun Zvai Leumi dan pasukan Stern Gang menyebar luas dan menimbulkan kepanikan dan pembalasan. Beberapa hari kemudian, pasukan Arab menyerang konvoi Yahudi menuju Rumah Sakit Hadassah, menewaskan 78 orang.

Menjelang penarikan pasukan Inggris pada tanggal 15 Mei 1948, Israel mendeklarasikan kemerdekaan. Keesokan harinya, pasukan Arab dari Mesir, Transyordania (Yordania), Irak, Suriah, dan Lebanon menduduki wilayah di selatan dan timur Palestina yang tidak diperuntukkan bagi orang Yahudi berdasarkan pembagian Palestina oleh PBB dan kemudian merebut Yerusalem Timur, termasuk wilayah kecil Yahudi dari Kota Tua.

Tujuan invasi tersebut adalah untuk memulihkan hukum dan ketertiban sehubungan dengan penarikan Inggris, mengutip insiden seperti yang terjadi di Dayr Yāsīn, dan krisis pengungsi yang berkembang di negara-negara tetangga Arab. Sementara itu, Israel berhasil menguasai jalan utama menuju Yerusalem melalui Pegunungan Yehuda (“Bukit Yudea”) dan berhasil memukul mundur serangan Arab yang berulang kali. Pada awal tahun 1949, Israel telah berhasil menduduki seluruh Negev hingga bekas perbatasan Mesir-Palestina, kecuali Jalur Gaza.

Antara bulan Februari dan Juli 1949, sebagai hasil dari perjanjian gencatan senjata terpisah antara Israel dan masing-masing negara Arab, perbatasan sementara ditetapkan antara Israel dan negara-negara tetangganya. Di Israel, perang ini dikenang sebagai Perang Kemerdekaan. Di dunia Arab, peristiwa ini kemudian dikenal sebagai Nakbah (atau Nakba; “Bencana”) karena banyaknya pengungsi dan orang-orang yang kehilangan tempat tinggal akibat perang.

2. Krisis Suez (1956)

6 Perang Besar yang Melibatkan Israel, Nomor 4 Negara Zionis Hampir Hancur

Foto/Britannica

Ketegangan meningkat lagi dengan naiknya kekuasaan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser, seorang nasionalis Pan-Arab yang setia. Nasser mengambil sikap bermusuhan terhadap Israel. Pada tahun 1956 Nasser menasionalisasi Terusan Suez, jalur air penting yang menghubungkan Eropa dan Asia yang sebagian besar dimiliki oleh Perancis dan Inggris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Zelensky Ajak Putin...
Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak
Rekomendasi
Tak Mau Cuma Impor,...
Tak Mau Cuma Impor, Raksasa EV China Leapmotor Langsung Rakit B10 di Jawa Barat
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Beasiswa Program Doktor...
Beasiswa Program Doktor untuk Dosen 2026 Dibuka, Tanggung Biaya Kuliah hingga Riset
Berita Terkini
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved