Apa Itu Operasi Badai Al-Aqsa? Berikut 5 Faktanya
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 21:20 WIB
loading...
A
A
A
Mereka mempunyai informan yang tertanam dalam kelompok militan tidak hanya di wilayah Palestina tetapi juga di Lebanon, Suriah dan tempat lain. Di masa lalu, mereka mampu membunuh para pemimpin Palestina baik dengan serangan pesawat tak berawak atau bahkan ponsel yang dijadikan jebakan.
"Namun hari ini, di penghujung hari raya Yahudi, nampaknya mereka tertidur di belakang kemudi. Hamas telah mampu merencanakan dan melancarkan serangan yang terkoordinasi dengan hati-hati terhadap Israel yang tampaknya dilakukan secara sangat rahasia," ungkap Frank Gardner, jurnalis BBC.
Bahwa Israel akan membalas dengan kekuatan besar adalah hal yang wajar. Namun Israel kini akan bertanya-tanya mengapa mata-mata Israel tidak menyadari hal ini dan memberikan peringatan kepada negaranya.
![Apa Itu Operasi Badai Al-Aqsa? Berikut 5 Faktanya]()
Foto/Reuters
Serangan roket dan infiltrasi mendadak dari Hamas terhadap Israel terjadi pada peringatan 50 tahun Perang 1973, serangan mendadak oleh negara-negara Arab tetangga Israel yang dimulai pada 6 Oktober 1973.
Israel menyebut perang tersebut sebagai Perang Yom Kippur, karena serangan dimulai pada Yom Kippur, hari paling suci dalam Kalender Yahudi. Orang Yahudi biasanya merayakan hari itu dengan berpuasa dan bertobat atas dosa-dosa mereka pada tahun sebelumnya. Di sebagian besar negara Arab, peristiwa ini dikenal sebagai Perang 6 Oktober dan dianggap sebagai kemenangan.
Konflik dimulai ketika Mesir dan Suriah mengirimkan pasukan dengan harapan dapat merebut kembali wilayah di Dataran Tinggi Golan dan Semenanjung Sinai yang sebelumnya direbut Israel dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967.
Arab Saudi, Kuwait, Libya, Aljazair, Tunisia, Sudan, Maroko dan Yordania membantu Mesir dan Suriah dengan pasukan, bantuan keuangan dan senjata. Uni Soviet mengirimkan pasokan ke para pejuang Arab, sementara Amerika Serikat memberikan bantuan kepada Israel.
Perang berakhir dengan pasukan Israel mendekati Damaskus dan seluruh tentara Mesir terkepung.
"Namun hari ini, di penghujung hari raya Yahudi, nampaknya mereka tertidur di belakang kemudi. Hamas telah mampu merencanakan dan melancarkan serangan yang terkoordinasi dengan hati-hati terhadap Israel yang tampaknya dilakukan secara sangat rahasia," ungkap Frank Gardner, jurnalis BBC.
Bahwa Israel akan membalas dengan kekuatan besar adalah hal yang wajar. Namun Israel kini akan bertanya-tanya mengapa mata-mata Israel tidak menyadari hal ini dan memberikan peringatan kepada negaranya.
5. Memperingati Perang 1973

Foto/Reuters
Serangan roket dan infiltrasi mendadak dari Hamas terhadap Israel terjadi pada peringatan 50 tahun Perang 1973, serangan mendadak oleh negara-negara Arab tetangga Israel yang dimulai pada 6 Oktober 1973.
Israel menyebut perang tersebut sebagai Perang Yom Kippur, karena serangan dimulai pada Yom Kippur, hari paling suci dalam Kalender Yahudi. Orang Yahudi biasanya merayakan hari itu dengan berpuasa dan bertobat atas dosa-dosa mereka pada tahun sebelumnya. Di sebagian besar negara Arab, peristiwa ini dikenal sebagai Perang 6 Oktober dan dianggap sebagai kemenangan.
Konflik dimulai ketika Mesir dan Suriah mengirimkan pasukan dengan harapan dapat merebut kembali wilayah di Dataran Tinggi Golan dan Semenanjung Sinai yang sebelumnya direbut Israel dalam Perang Enam Hari pada Juni 1967.
Arab Saudi, Kuwait, Libya, Aljazair, Tunisia, Sudan, Maroko dan Yordania membantu Mesir dan Suriah dengan pasukan, bantuan keuangan dan senjata. Uni Soviet mengirimkan pasokan ke para pejuang Arab, sementara Amerika Serikat memberikan bantuan kepada Israel.
Perang berakhir dengan pasukan Israel mendekati Damaskus dan seluruh tentara Mesir terkepung.
(ahm)
Lihat Juga :