AS Kembangkan Fasilitas Uji Coba Nuklir Bawah Tanah Tanpa Ledakan

Sabtu, 07 Oktober 2023 - 12:18 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Rudal Jelajah Nuklir Stormbringer Rusia Bisa Bikin Bangkrut Mesin Perang AS

Pada tahun 1992, bahkan pengujian senjata nuklir di bawah tanah dilarang dan persenjataan nuklir AS belum pernah diuji lagi sejak saat itu.

Kritikus berpendapat tes fisik bahan nuklir tidak diperlukan untuk memastikan senjata tersebut dapat berfungsi.

Para peneliti di Lawrence Livermore National Laboratory (LLNL), salah satu dari tiga laboratorium yang bertugas memastikan keandalan, efektivitas dan keamanan senjata, menerapkan teknik percepatan penuaan pada plutonium-239, bahan fisil utama dalam hulu ledak nuklir, dan memperkirakan mereka akan “ menua dengan anggun” selama 150 tahun ke depan.

Studi tersebut juga meredakan kekhawatiran bahwa gelembung helium yang disebabkan oleh peluruhan logam dapat berdampak negatif pada plutonium.

Namun, beberapa ilmuwan berpendapat banyak hal yang dapat ditentukan dengan menggunakan simulasi.

“Jika Anda memiliki mobil di garasi selama 30 hingga 50 tahun dan suatu hari Anda memasukkan kunci kontaknya, seberapa yakin Anda bahwa mobil itu akan menyala?” ujar Jon Custer, yang memimpin proyek untuk Sandia National Laboratories, laboratorium nuklir lain yang dikontrak oleh AS.

“Itulah usia penangkal nuklir kita. Sudah lebih dari 30 tahun sejak kita melakukan uji coba ledakan nuklir bawah tanah,” ungkap dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Ngeri! Suhu Paris Lebih...
Ngeri! Suhu Paris Lebih Panas daripada Makkah
Rekomendasi
Urutan Mandi Wajib Setelah...
Urutan Mandi Wajib Setelah Haid yang Benar agar Sah Melaksanakan Ibadah Fardhu Lagi
Cape Verde Tantang Argentina...
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar, Akankah Kejutan Berlanjut?
Evita: Kebijakan Bebas...
Evita: Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Buka Lapangan Kerja dan Gerakkan UMKM
Berita Terkini
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Infografis
Bayar Tol MLFF Tanpa...
Bayar Tol MLFF Tanpa Sentuh Siap Uji Coba Pertengahan Tahun Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved