Pandemi Covid-19 Membuat Peritel di AS Hadapi Masa Sulit

Selasa, 04 Agustus 2020 - 06:35 WIB
loading...
A A A
"Beberapa perusahaan tidak akan mampu bertahan," kata McGrail, COO Tiger Capital Group. "Badai kebangkrutan ini juga akan menghujani Wall Street mengingat dampak Covid-19 sangat luas dan besar," sambungnya.

Perusahaan ritel besar seperti Neiman Marcus yang bangkrut pada Mei kemungkinan akan hilang sepenuhnya atau membangun jaringan lebih kecil. Namun, sekalipun Neiman Marcus berhasil menghindari kebangkrutan dengan menaikkan utang, perjalanannya akan tetap melalui jalur yang terjal. (Baca juga: Janda Muda Klepek-klepek Dijanjikan Akan Dinikahi Anggota TNI Gadungan)

Para ahli mengatakan pengiriman surat kebangkrutan dapat dipersiapkan 2-3 pekan. Sebagian besar ritel berupaya melewati lockdown pertama pada Maret dan berharap dapat kembali berbisnis pada April. Namun, rencana itu tidak sesuai dengan kenyataan yang ditutup hingga Mei.

"Saya kira akan ada banyak perusahaan yang bangkrut tahun ini," kata pengamat Michael Kollender. "Kita akan melihat beberapa perusahaan hilang dan tidak kembali, terutama mereka yang sudah kesulitan sebelum pandemi. Situasi ini sangat menakutkan."

J.C. Penny juga berencana menjual aset kepada Sycamore Partners, perusahaan ekuitas swasta yang dikenal sebagai peminat perusahaan bangkrut, menyusul sempitnya pilihan. Ribuan toko ritel di AS kini berdebu akibat ditutup berbulan-bulan atau rusak. (Lihat videonya: Seorang Bocah Jadi Korban Begal di Depan Rumahnya Sendiri)

"Saya kira J.C. Penney tidak memiliki masa depan yang cerah. Begitupun dengan toko-toko di mall B dan C," ujar Mark Cohen dari Columbia Business School. "Kita melihat betapa banyaknya perusahaan ritel yang bangkrut. Bahkan perusahaan raksasa pun terkena getahnya. Tanda-tanda keruntuhan telah dimulai." (Muh Shamil)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 Anggota Pasukan Perdamaian...
1 Anggota Pasukan Perdamaian PBB Tewas, 2 Terluka Akibat Serangan Artileri di Lebanon
Meteor yang Tabrak Atmosfer...
Meteor yang Tabrak Atmosfer Bumi Picu Dentuman dan "Gempa" di AS Ternyata Seukuran Gajah
Rekomendasi
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
Tata Motors Gandeng...
Tata Motors Gandeng Chery Kembangkan Mobil Listrik Mewah Avinya
Berita Terkini
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved