Kekacauan di Kongres AS Bikin Joe Biden Waswas

Kamis, 05 Oktober 2023 - 09:07 WIB
loading...
Kekacauan di Kongres...
Kekacauan di Kongres membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden khawatir akan mengganggu bantuan untuk Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Kekacauan di Kongres membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden khawatir akan mengganggu bantuan untuk Ukraina. Untuk itu, ia akan segera memberikan pidato penting untuk menjelaskan mengapa perlu membantu Ukraina mengusir penjajah Rusia.

Pertikaian internal Partai Republik di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS telah memperumit negosiasi anggaran. Biden yang awalnya yakin akan mengunci kesepakatan terkait bantuan untuk Ukraina, kini menjadi khawatir akan nasib prioritas pendanaan kebijakan luar negeri utamanya.

Ketika ditanya apakah dia khawatir Amerika Serikat tidak akan dapat memberikan bantuan yang dijanjikan kepada Ukraina karena kekacauan di Capitol Hill, Biden mengatakan: "Ini memang mengkhawatirkan saya...tapi saya tahu ada mayoritas anggota DPR dan Senat di kedua partai yang mengatakan bahwa mereka mendukung pendanaan Ukraina," seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis (5/10/2023).

Biden pada bulan Juli meminta Kongres untuk menyetujui tambahan dana sebesar USD24 miliar terkait dengan Ukraina, yang diharapkan oleh para pendukung Ukraina – Partai Republik dan Demokrat – dapat menjadi undang-undang sebagai bagian dari rancangan undang-undang pengeluaran. Gedung Putih pada hari Selasa mengatakan bahwa tingkat pendanaan saat ini akan bertahan sekitar dua bulan lagi.

Baca Juga: Gedung Putih: Putin Salah Jika Berpikir Bisa Bertahan Lebih Lama dari Barat di Ukraina

Biden berusaha meyakinkan sekutu AS dalam seruannya pada hari Selasa bahwa bantuan AS akan terus berlanjut tanpa hambatan ketika pasukan Ukraina terus melakukan serangan balasan untuk mencoba merebut kembali wilayah yang hilang sejak invasi Rusia pada Februari 2022.

“Pesan presiden adalah bahwa Amerika Serikat pasti dapat terus diandalkan dalam masalah ini di masa depan,” kata Kanselir Jerman Olaf Scholz kepada wartawan di Berlin.

Biden tidak mengatakan kapan dia akan menyampaikan pidatonya mengenai topik tersebut tetapi mengindikasikan bahwa pidatonya akan segera disampaikan. Gedung Putih menolak berkomentar dan seorang pejabat mengatakan pidato tersebut saat ini tidak ada dalam jadwal Biden.

“Saya akan berargumentasi bahwa keberhasilan Ukraina adalah kepentingan Amerika Serikat dan kepentingan kita semua,” katanya.

Baca Juga: Jengkelnya Biden, Ingin Bantu Ukraina tapi AS Terancam Shutdown

Biden menyarankan adanya sumber alternatif untuk dana Ukraina tetapi tidak menjelaskan apa maksudnya. Gedung Putih menolak berkomentar.

Namun metode yang pernah digunakan di masa lalu melibatkan pemrograman ulang dana, sebuah alat yang digunakan untuk mengalihkan dana ke rekening Pentagon untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Saat ini Pentagon memiliki dana sebesar USD1,6 miliar untuk mendanai pengisian kembali stok senjata yang dikirim ke Ukraina. Namun pemerintahan Biden memiliki wewenang untuk mengirim senjata senilai USD5,4 miliar ke Ukraina.

Pemrograman ulang dapat dilakukan untuk meningkatkan angka US$1,6 miliar guna menjaga kontrak tetap mengalir ke pembuat senjata seperti Lockheed Martin, yang membuat roket GMLER yang digunakan Ukraina setiap hari, dan General Dynamics, yang membuat amunisi artileri 155mm yang penting untuk perjuangan Ukraina.

Baca Juga: Pentagon Peringatkan Kongres Dana untuk Mengganti Senjata Ukraina Hampir Habis
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Trump Segera Gunakan...
Trump Segera Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar, Tiba di Lanud Andrews
Rekomendasi
Ubedilah Badrun Bongkar...
Ubedilah Badrun Bongkar Upaya Pembelahan Gerakan Mahasiswa
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Berita Terkini
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved