Armenia Gabung ICC, Kremlin: Keputusan yang Salah

Rabu, 04 Oktober 2023 - 01:17 WIB
loading...
Armenia Gabung ICC,...
Keputusan Armenia untuk bergabung dengan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) menuai kritikan dari Rusia. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Kremlin bereaksi atas keputusan Armenia untuk bergabung dengan Pengadilan Pidana Internasional atau ICC meski sebelumnya telah diperingatkan oleh Rusia. Tindakan Armenia ini membuat kesal Moskow, yang menganggap Yerevan sebagai sekutunya.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, Rusia prihatin dengan keputusan Armenia yang dianggap Moskow berbahaya bagi hubungan bilateral keduanya. Rusia menganggap Armenia secara intrinsik sebagai sekutu.

“Kami akan memiliki pertanyaan tambahan untuk kepemimpinan petahana Armenia,” kata Peskov.

“Kami telah menyampaikan kekhawatiran kami kepada pihak Armenia sebelumnya. Kami sudah skeptis sejak awal bahwa ini adalah keputusan yang benar dalam hubungan bilateral,” imbuhnya seperti dikutip dari RT, Rabu (4/10/2023).

Ia menambahkan bahwa Moskow terus percaya bahwa langkah tersebut adalah keputusan yang salah.

Peskov menolak pembenaran yang ditawarkan oleh pemerintahan Perdana Menteri Nikol Pashinyan untuk bergabung sepenuhnya dengan perjanjian tersebut.

Moskow menganggap ICC sebagai badan yang bias secara politik dan menyalahgunakan mandatnya atas nama negara-negara Barat. Pada bulan Maret, badan yang bermarkas di Den Haag tersebut mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap dua pejabat Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, atas dugaan penculikan anak-anak Ukraina, yang dianggap tidak masuk akal oleh Moskow.

Armenia menandatangani Statuta Roma pada tahun 1999, namun menangguhkan ratifikasinya pada tahun 2004, karena dokumen tersebut dianggap tidak sesuai dengan konstitusi negara. Proses aksesi dilanjutkan pada akhir tahun 2022 setelah bentrokan perbatasan yang mematikan dengan negara tetangga Azerbaijan.

Baca Juga: Pukulan Telak Buat Putin, Sekutu Rusia Ini Gabung ICC

Yerevan mengklaim bahwa Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), sebuah blok pertahanan regional yang mencakup Rusia, gagal membela Armenia selama bentrokan tahun lalu ketika negara tersebut menolak melakukan intervensi militer dan memilih melakukan upaya deeskalasi.

Pashinyan telah berulang kali mengkritik CSTO dan mengatakan Armenia harus mencari perlindungan di tempat lain. ICC, menurutnya, dapat mengadili kejahatan perang Azerbaijan di wilayah Armenia.

Peskov menampik hal ini dengan mengatakan bahwa instrumen CSTO dan kemitraan Rusia-Armenia sangat diperlukan. Dia menambahkan bahwa pihak Armenia tidak memiliki pilihan yang lebih baik.

Undang-undang ratifikasi Statuta Roma tersebut disetujui oleh parlemen Armenia dengan 60 suara berbanding 22 suara. Dua faksi oposisi memboikot perdebatan tersebut sebagai bentuk protes namun tetap memberikan suara mereka menentang proposal tersebut.

Yerevan yakin pihaknya dapat meredakan ketegangan dengan Moskow melalui perjanjian bilateral dan mengklaim bahwa penyerahannya kepada otoritas ICC tidak ada hubungannya dengan Rusia.

Baca Juga: Setelah Jaksa dan Hakim, Rusia Masukkan Presiden ICC ke Daftar Buronan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
AS Klaim Perjanjian...
AS Klaim Perjanjian Damai dengan Iran Diteken Hari Ini, Teheran: Tak  Akan Terjadi!
Rekomendasi
Hadapi Pemilu 2029,...
Hadapi Pemilu 2029, PSI Perkuat Konsolidasi Akar Rumput di Kalimantan
Australia Tumbangkan...
Australia Tumbangkan Turki 2-0, Socceroos Kirim Ancaman di Piala Dunia 2026
Erick Thohir Terharu...
Erick Thohir Terharu Saksikan Pernikahan Justin Hubner dan Jennifer Coppen
Berita Terkini
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Ini 5 Bukti Perjanjian...
Ini 5 Bukti Perjanjian Damai AS dan Iran Tunjukkan Kegagalan Tujuan Perang Israel
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved