Mirip Era Stalin, Rusia Kerahkan Pasukan Storm-Z ke Medan Perang Ukraina

Selasa, 03 Oktober 2023 - 14:03 WIB
loading...
A A A
Reuters memverifikasi identitas semua petempur yang terlibat menggunakan catatan kriminal, akun media sosial, atau dengan berbicara dengan rekan prajurit dan keluarga mereka.

Pasukan napi, yang masing-masing beranggotakan 100-150 orang dan ditempatkan di dalam unit tentara reguler, biasanya dikirim ke bagian paling terbuka di garis depan dan seringkali mengalami kerugian besar, menurut wawancara Reuters dengan orang-orang tersebut, yang mengidentifikasi setidaknya lima pasukan Storm-Z berjuang untuk mengusir serangan balasan Ukraina di timur dan selatan.

Tiga dari lima petempur Storm-Z yang diwawancarai oleh Reuters, dan kerabat dari tiga petempur Storm-Z lainnya, menggambarkan pertempuran mengerikan yang menyebabkan sebagian besar pasukan mereka musnah.

Seorang petempur, yang dihukum karena pencurian dan direkrut dari penjara, mengatakan semua kecuali 15 dari 120 orang di unitnya yang tergabung dalam resimen ke-237 tewas atau terluka dalam pertempuran di dekat Bakhmut pada bulan Juni.

Pengerahan pasukan tersebut menandai keberangkatan orang-orang Rusia di Ukraina: sementara kelompok tentara bayaran Wagner—yang sekarang dibubarkan setelah pemberontakan bulan Juni—mengirim narapidana untuk berperang di garis depan, unit Storm-Z berada di bawah komando langsung Kementerian Pertahanan.

Orang-orang yang diwawancarai mengatakan pasukan tersebut juga menggabungkan narapidana yang secara sukarela berperang dengan imbalan janji pengampunan, dan tentara reguler yang dihukum karena pelanggaran disiplin.

Pasukan Storm-Z berguna bagi Kementerian Pertahanan Rusia karena mereka dapat dikerahkan sebagai infanteri yang dapat dibuang, menurut Conflict Intelligence Team, sebuah organisasi independen yang memantau perang di Ukraina.

"Petempur Storm hanya dikirim ke bagian paling berbahaya di garis depan, untuk bertahan dan menyerang,” kata kelompok yang didirikan di Rusia itu kepada Reuters.

Meskipun Kementerian Pertahanan Rusia tidak pernah mengakui pembentukan unit Storm-Z, laporan pertama mengenai keberadaan unit tersebut muncul pada bulan April ketika Institute for the Study of War (ISW), sebuah lembaga think tank yang berbasis di Amerika Serikat (AS), mengutip apa yang disebut sebagai bocoran dari laporan militer Rusia tentang pembentukan regu tersebut.

Reuters tidak dapat menentukan berapa total tentara yang bertugas di unit tersebut, meskipun wawancara dengan orang-orang yang mengetahui masalah itu menunjukkan setidaknya beberapa ratus pertempur Storm-Z saat ini dikerahkan di garis depan.

Wagner memiliki sekitar 25.000 petempur yang terlibat dalam perang di Ukraina, kata mendiang pemimpinnya Yevgeny Prigozhin pada saat pemberontakannya pada bulan Juni.

Presiden Vladimir Putin mengakyi peran narapidana yang bertempur di tentara reguler dalam sebuah pertemuan yang disiarkan televisi dengan sekelompok kecil prajurit reguler Rusia pada Jumat pekan lalu.

“Mereka memberikan nyawanya demi tanah air dan telah sepenuhnya melepaskan diri dari kesalahan mereka,” kata Putin, seraya menambahkan bahwa keluarga para narapidana akan diberikan bantuan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Rusia Intensifkan Serangan,...
Rusia Intensifkan Serangan, Sekjen NATO Justru Berkunjung ke Ukraina
5 Keunggulan Robot...
5 Keunggulan Robot Humanoid MK-1 yang Dijuluki Prajurit Super AS
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Rusia Ngamuk Bombardir...
Rusia Ngamuk Bombardir Ukraina, 10 Orang Tewas, Lebih dari 100 Terluka
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Rusia Bombardir Ukraina...
Rusia Bombardir Ukraina dengan Rudal dan Drone, Tewaskan Setidaknya 11 Orang
Trump: Saya Terganggu...
Trump: Saya Terganggu dengan Netanyahu!
Rekomendasi
Kronologi Wamen Imipas...
Kronologi Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved