Mirip Era Stalin, Rusia Kerahkan Pasukan Storm-Z ke Medan Perang Ukraina

Selasa, 03 Oktober 2023 - 14:03 WIB
loading...
A A A
Ada preseden sejarah mengenai pelanggar militer yang dimasukkan ke dalam unit tempur; pada tahun 1942, ketika Tentara Merah mundur dari serangan Nazi, pemimpin Soviet Josef Stalin memerintahkan tentara yang panik atau meninggalkan pos mereka ke dalam "batalion napi" yang dikerahkan ke bagian paling berbahaya di garis depan, sesuai dengan dekrit yang ditandatanganinya.

Pemerintah Ukraina mengatakan pihaknya juga akan membebaskan beberapa narapidana jika mereka setuju untuk ikut berperang.

Storm-Z adalah istilah tidak resmi yang digunakan oleh pasukan Rusia, menggabungkan istilah pasukan penyerang dengan huruf Z, yang diadopsi oleh militer sebagai simbol invasi mereka ke Ukraina.

Artyom Shchikin, pria berusia 29 tahun asal wilayah Mordovia di Rusia tengah, menjalani hukuman 2 tahun penjara karena perampokan yang dijatuhkan pada bulan Desember 2021 ketika perekrut Kementerian Pertahanan datang ke penjaranya menanyakan apakah narapidana ingin pergi dan berperang di Ukraina. Itu diungkap dua kerabatnya.

Dia mendaftar karena, meskipun dia dijadwalkan untuk dibebaskan pada bulan Desember tahun ini, dia ingin menghapus catatan kriminalnya dan mendapatkan uang agar keluarganya dapat merenovasi rumah mereka, kata anggota keluarganya.

Tiga petempur Storm-Z mengatakan mereka ditawari gaji sekitar 200.000 rubel (lebih dari Rp31 juta) per bulan, meskipun rata-rata mereka dibayar setengah dari jumlah tersebut.

Pada bulan Mei tahun ini, Shchikin ditugaskan ke unit napi dalam Garda Resimen Senapan Bermotor ke-291 dan dikerahkan ke wilayah Zaporizhzhia di Ukraina selatan, tempat pasukan Kyiv mencoba menerobos pertahanan Rusia.

Vladimir Rogov, seorang pejabat di pemerintahan yang dibentuk Rusia di Zaporizhzhia yang memberikan informasi terkini secara online tentang konflik tersebut, telah memposting di Telegram bahwa resimen ke-291 bertempur di wilayah tersebut sepanjang musim panas. Rogov tidak menanggapi permintaan komentar Reuters.

Kerabat Shchikin terakhir mendengar kabar darinya pada 18 Juni.

Beberapa hari kemudian, posisi unitnya mendapat serangan dari Ukraina, kata kerabatnya, mengutip percakapan dengan dua orang yang selamat dari pasukan Shchikin. Tiga rekannya yang berada di parit bersamanya tewas, satu lagi tangannya robek, dan Shchikin sendiri hilang. Dia hingga kin belum ditemukan.

Kerabat Shchikin mengatakan ketika mereka meminta jawaban dari Kementerian Pertahanan tentang nasibnya, mereka tidak menjawab atau tidak memberikan jawaban pasti.

“Mereka berasal dari unit Storm. Bagi mereka, tidak ada yang akan terburu-buru,” kata salah satu kerabat.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Houthi Akan Tutup Selat...
Houthi Akan Tutup Selat Bab el-Mandeb Jika AS Serang Fasilitas Energi Iran
Trump Murka Asap Kebakaran...
Trump Murka Asap Kebakaran Hutan Kanada Selimuti Sebagian Besar AS: Tak Bisa Diterima!
Rekomendasi
Partai Perindo Hadiri...
Partai Perindo Hadiri Milad PBB, Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional
MPLS Ramah dan Gernas...
MPLS Ramah dan Gernas Rana: Memulai Pendidikan dengan Rasa Aman, Bukan Rasa Takut
Pesan Prabowo ke Siswa...
Pesan Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Anak Indonesia Tak Boleh Kalah dari Negara Lain
Berita Terkini
Kelompok Garis Keras...
Kelompok Garis Keras Iran Klaim Akan Ada Kudeta, Akankah Mojtaba Tumbang?
Houthi Ancam Serang...
Houthi Ancam Serang Infrastruktur Minyak Saudi jika Perang Terus Berlanjut
PM Irak Pernah Ditawari...
PM Irak Pernah Ditawari Suap Rp3,5 Triliun, tapi Justru Bentuk Badan Pemberantasan Korupsi
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved