Hadiri Persidangan, Trump Terancam Kehilangan Kerajaan Bisnisnya karena Penipuan

Selasa, 03 Oktober 2023 - 01:44 WIB
loading...
Hadiri Persidangan,...
Hadiri persidangan, mantan presiden AS Donald Trump terancam kehilangan kerajaan bisnisnya karena penipuan. Foto/CNBC
A A A
NEW YORK - Mantan presiden Amerika Serikat (AS), Donald J. Trump, berada di New York untuk menghadiri persidangan salah satu dari sekian banyak persidangan yang melibatkannya.

Trump (77) hadir di pengadilan New York untuk menghadapi gugatan perdata yang dapat menyebabkan ia dan putranya kehilangan kendali atas kerajaan bisnis keluarga mereka seperti dikutip dari Deutsche Welle, Selasa (3/10/2023).

Pekan lalu, Hakim Arthur Engoron memenangkan Jaksa Agung New York Letitia James, dengan menyatakan bahwa Trump dan putra-putranya telah membesar-besarkan ukuran dan nilai aset real estat serta keuangan Trump Organization, dalam apa yang disebut James sebagai pola "penipuan yang terus-menerus dan berulang-ulang".

Engoron menemukan bahwa Trump dan putra-putranya berbohong kepada pemungut pajak, pemberi pinjaman, dan perusahaan asuransi, dengan secara teratur meningkatkan nilai kepemilikan mereka sebesar USD812 juta-USD2,2 miliar dari tahun 2014 hingga 2024.

Dalam putusan tersebut, sebagian izin operasional Trump Organization di New York dicabut. Jika keputusan Engoron dikuatkan saat naik banding, Trump bisa kehilangan kendali atas properti seperti Trump Tower.

Baca Juga: Trump: Rusia Menghasilkan Banyak Uang, AS Hadapi Ancaman Ekonomi Besar

James sekarang meminta denda sebesar USD250 juta untuk perusahaan tersebut dan pemecatan Trump serta putranya, Eric dan Don Jr, dari posisi manajemen Trump Organization.

Trump menyebut kasus ini sebagai sebuah "kepalsuan", dan mengulangi pernyataannya.

"Ini adalah kelanjutan dari perburuan penyihir terbesar sepanjang masa," ujarnya.

Laporan keuangan Trump yang 'fenomenal' memiliki disclaimer yang mengatakan jangan percaya angka-angka ini

Enrogon, yang memutuskan melawan Trump pekan lalu, kini akan memimpin persidangan non-juri atas enam klaim lebih lanjut dalam gugatan James. Hal ini termasuk: konspirasi, pemalsuan catatan bisnis dan penipuan asuransi.

Baca Juga: Jenderal Tertinggi AS Ketakutan dengan Ancaman Kematian dari Trump

Trump, yang menyebut kasus ini sebagai “hukuman mati bagi perusahaan,” mengklaim di platform media sosialnya, Truth, pada Minggu malam: "Saya mendapatkan seorang Hakim yang Gila dan Membenci Trump, yang MELAKUKAN KASUS PALSU ini melalui Pengadilan NYS dengan kecepatan yang belum pernah terlihat sebelumnya."

“Laporan keuangan saya sangat fenomenal,” tegas Trump pada Senin waktu setempat.

Dalam kesaksian di bawah sumpah baru-baru ini, Trump – yang menurut James menggelembungkan kekayaan pribadinya sebanyak $3,6 miliar – mengatakan dia tidak dapat dituduh mengajukan angka palsu karena laporan keuangannya disertai dengan disclaimer yang menasihati orang untuk "keluar dan melakukan pekerjaan Anda sendiri" untuk menilai nilai kepemilikannya.

Dia mengatakan penyangkalan tersebut seharusnya membuat orang berasumsi bahwa angka-angka yang disebutkannya "tidak berharga".

Trump menyerah kepada polisi Atlanta dalam kasus pemerasan.

Baca Juga: Donald Trump: Ukraina Sebenarnya Bisa Hindari Perang
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
AS Pertimbangkan Tarik...
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Arab Saudi, Berseteru Gara-gara Perang Iran
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Iran Ketiga Kalinya Meski Sedang Negosiasi dengan AS
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Kecam Netanyahu, Mantan...
Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!
Rekomendasi
Lukashenko Jadi Presiden...
Lukashenko Jadi Presiden Negara Sahabat Pertama yang Nginap di Istana Negara
Breaking News! Kejagung...
Breaking News! Kejagung Tetapkan Brigjen Pol LMI Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Ompreng MBG
Kapolri Anugerahi Medali...
Kapolri Anugerahi Medali Kehormatan ke Prabowo, Bukti Kuatnya Sinergi Pemerintah-Polri
Berita Terkini
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Ini Detail Cekcok Trump...
Ini Detail Cekcok Trump dan Mohammed bin Salman Gara-gara Perang Iran
Eks Jenderal Zionis:...
Eks Jenderal Zionis: Netanyahu Mengarang Iran Miliki Bom Nuklir untuk Menakuti Publik Israel
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved