China: AS Adalah Kerajaan Kebohongan yang Sebenarnya
Minggu, 01 Oktober 2023 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
“Laporan Departemen Luar Negeri AS itu sendiri merupakan disinformasi, karena laporan tersebut salah menggambarkan fakta dan kebenaran.”
Laporan tersebut dirilis oleh Pusat Keterlibatan Global Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis. Laporan tersebut menuduh bahwa Beijing telah menghabiskan miliaran dolar setiap tahunnya untuk melakukan kampanye misinformasi yang rumit di seluruh dunia, sambil menggunakan “metode yang menipu dan memaksa” untuk membentuk agenda informasi global.
“Beijing menggunakan informasi palsu atau bias untuk mempromosikan pandangan positif terhadap RRC [Republik Rakyat China] dan Partai Komunis China (PKC). Pada saat yang sama, RRC menyembunyikan informasi penting yang bertentangan dengan narasi yang diinginkan mengenai isu-isu seperti Taiwan, praktik hak asasi manusianya, Laut China Selatan, perekonomian domestiknya, dan keterlibatan ekonomi internasional,” bunyi laporan tersebut.
Namun, klaim laporan itu, dugaan upaya Beijing hanya berdampak kecil di seluruh dunia, dan China telah mengalami “kemunduran besar” ketika mencoba menargetkan negara-negara demokratis.
Laporan tersebut dirilis oleh Pusat Keterlibatan Global Departemen Luar Negeri AS pada hari Kamis. Laporan tersebut menuduh bahwa Beijing telah menghabiskan miliaran dolar setiap tahunnya untuk melakukan kampanye misinformasi yang rumit di seluruh dunia, sambil menggunakan “metode yang menipu dan memaksa” untuk membentuk agenda informasi global.
“Beijing menggunakan informasi palsu atau bias untuk mempromosikan pandangan positif terhadap RRC [Republik Rakyat China] dan Partai Komunis China (PKC). Pada saat yang sama, RRC menyembunyikan informasi penting yang bertentangan dengan narasi yang diinginkan mengenai isu-isu seperti Taiwan, praktik hak asasi manusianya, Laut China Selatan, perekonomian domestiknya, dan keterlibatan ekonomi internasional,” bunyi laporan tersebut.
Namun, klaim laporan itu, dugaan upaya Beijing hanya berdampak kecil di seluruh dunia, dan China telah mengalami “kemunduran besar” ketika mencoba menargetkan negara-negara demokratis.
(mas)
Lihat Juga :