Ukraina Boleh Gunakan Rudal Jerman untuk Serang Rusia

Minggu, 01 Oktober 2023 - 03:01 WIB
loading...
Ukraina Boleh Gunakan...
Ketua Komite Pertahanan Bundestag Marie-Agnes Strack-Zimmermann. Foto/REUTERS
A A A
BERLIN - Ketua Komite Pertahanan Bundestag Marie-Agnes Strack-Zimmermann mendukung penyediaan rudal jelajah Taurus buatan Jerman kepada Ukraina.

Anggota parlemen tersebut juga berpendapat Kiev mempunyai hak menyerang sasaran di Crimea, dan di wilayah Rusia secara umum.

Sejauh ini, pemerintahan Kanselir Olaf Scholz enggan memasok rudal jarak jauh ke Kiev, meskipun sudah berulang kali diminta.

Dalam wawancara dengan surat kabar Berliner Morgenpost yang diterbitkan pada Sabtu (30/9/2023), Strack-Zimmermann berpendapat Berlin “sekarang harus segera mengirimkan Taurus,” karena pengerahan rudal jelajah tersebut dapat membantu militer Ukraina mengganggu jalur pasokan Rusia.

Ketika ditanya apakah dia mempunyai masalah dengan Kiev yang berpotensi menggunakan rudal-rudal tersebut untuk menyerang sasaran di tanah Rusia, anggota parlemen tersebut menjawab dengan negatif, dan menambahkan “itu termasuk Krimea.”

Menurut anggota parlemen tersebut, hukum internasional memberi Ukraina hak untuk “menyerang sasaran militer juga di wilayah agresor Rusia,” dengan menggunakan senjata apa pun yang mereka miliki, terlepas dari asal usulnya.

Namun, penggunaan rudal Taurus yang disengaja terhadap warga sipil akan dilarang, seperti halnya pengerahan pasukan Jerman ke Ukraina, jelas Strack-Zimmermann.

Baca juga: Rusia Isi Ulang Stok Amunisi Lebih Cepat dari Perkiraan, Ukraina dan Barat Panik

Ketika ditanya apakah dia khawatir atas potensi pemotongan bantuan Amerika Serikat ke Kiev jika Donald Trump menjadi presiden tahun depan, ketua Komite Pertahanan Bundestag mengakui, tanpa dukungan Washington, konflik akan berkembang secara berbeda.

Namun, dia menegaskan, jika Eropa bersatu dalam upayanya, maka mereka dapat memikul beban untuk mendukung Ukraina sendirian.

Meskipun Inggris dan Perancis dalam beberapa bulan terakhir telah memberikan rudal jarak jauh Storm Shadow dan SCALP-EG kepada Ukraina, pemerintah Jerman sejauh ini tidak mau melakukan hal yang sama.

Menjelaskan sikap ini, Kanselir Scholz mengatakan serangan Ukraina jauh ke wilayah Rusia dapat memicu eskalasi besar-besaran. Pejabat Jerman lainnya menyatakan AS belum melakukan tindakan serupa.

Rudal Taurus dapat membawa hulu ledak seberat 500 kilogram dan memiliki jangkauan sekitar 500 kilometer (300 mil).

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan, meskipun dia sepenuhnya memahami keinginan Kiev mendapatkan roket-roket tersebut, “Pengiriman semacam itu bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan dengan cepat karena setiap detail harus diselesaikan terlebih dahulu.”

Rusia secara konsisten memperingatkan negara-negara Barat agar tidak memasok senjata ke Kiev, dengan alasan hal itu hanya akan memperpanjang konflik, dan juga berisiko menimbulkan konfrontasi langsung antara NATO dan Moskow.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
Berita Terkini
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved