Apakah Perang Armenia-Azerbaijan untuk Memperebutkan Nagorno-Karabakh Berakhir?

Sabtu, 30 September 2023 - 22:05 WIB
loading...
A A A
Meskipun tingkat kelahiran tinggi, emigrasi ke Armenia, Rusia dan negara-negara Barat selama bertahun-tahun telah menguras habis negara sebesar Dubai, yang populasi resminya mencapai puncaknya pada sekitar 140.000 jiwa.

Populasi Armenia juga menyusut menjadi sekitar 2,7 juta jiwa, sementara Azerbaijan yang kaya minyak memiliki lebih dari 10 juta penduduk saat ini.

Jumlah etnis Armenia dari Suriah, yang melarikan diri dari perang saudara dan diberi tanah gratis di Nagorno-Karabakh, berjumlah sedikit dan tidak membalikkan tren populasi.

“Maklum, bahkan 140.000 orang tidak akan mampu menahan populasi Azerbaijan yang jauh lebih besar dan terus bertambah,” kata Nikolay Mitrokhin dari Universitas Bremen di Jerman kepada Al Jazeera.

5. Masalah terbesar kedua adalah militer.

Apakah Perang Armenia-Azerbaijan untuk Memperebutkan Nagorno-Karabakh Berakhir?

Foto/Reuters

Kelompok separatis, Armenia, dan diaspora Armenia di seluruh dunia hanya berinvestasi sedikit dalam pembangunan instalasi pertahanan lini kedua, terutama benteng di pegunungan, kata Mitrokhin.

Mereka mengandalkan strategi yang sudah ketinggalan zaman dan tidak memperhitungkan perkembangan baru yang telah teruji di Timur Tengah.

“Mereka menyamarkan peralatan militer dengan buruk, hanya saja mereka tidak memikirkan hal itu,” kata Mitrokhin tentang perang tahun 2020.

“Mereka mengabaikan upaya Baku untuk memodernisasi militernya pada tahun 2010-an dan tidak membeli drone dan unit artileri bergerak yang dilengkapi dengan jip, sesuatu yang terjangkau bagi Armenia dan Artsakh,” katanya.

Selama perang yang berlangsung selama 44 hari, pasukan separatis dan Armenia bergerak dalam kelompok besar atau dengan truk. Parit mereka lebar namun dangkal, dan artileri serta posisi mereka bertahan selama berhari-hari, sehingga menjadi sasaran empuk drone.

Beberapa pengamat dan pejabat Armenia mengklaim bahwa kawanan drone yang menyerang tank, sistem rudal, artileri, parit, dan pasukan dioperasikan dari Turki, dan Ankara diduga mengirimkan “tentara bayaran” yang direkrut ke Suriah.

Pejabat Armenia dan media Barat juga menyatakan bahwa Turki mengerahkan ribuan “tentara bayaran” yang direkrut di wilayah pro-Ankara di Suriah. Azerbaijan dan Turki membantah klaim tersebut.

Perang ini menyebabkan Azerbaijan kehilangan hampir 2.800 tentara dan miliaran dolar yang dihabiskan untuk persenjataan.

Dan yang terakhir, gabungan perekonomian Armenia dan Nagorno-Karabakh terlalu lemah dan korup untuk mendukung militer.

“Perekonomian sedang lemah, penuh dengan kejahatan dan bahkan mafia,” kata Mitrokhin. “Investor asing, terutama yang berasal dari diaspora Armenia, tidak ingin berinvestasi karena mengetahui adat istiadat setempat – atau lebih tepatnya merasa kecewa dengan mereka.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
Ali Ungkap Kondisi Mencekam...
Ali Ungkap Kondisi Mencekam di Teheran sebelum Dievakuasi ke Indonesia via Azerbaijan
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Menakjubkan! Detik-Detik...
Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami
Rekomendasi
Dokter Tifa Tantang...
Dokter Tifa Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli: Bukan Hanya di Sidang, tapi Juga di Publik
Kejagung Siap Hadapi...
Kejagung Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Lodewyk Pusung Tersangka Kasus Tata Kelola MBG
Resmikan SDH Global...
Resmikan SDH Global di Bali, PHG: Perkuat Pendidikan Pencetak Generasi Berkarakter
Berita Terkini
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved