Persenjataan Berat NATO Tidak Dirancang untuk Melawan Rusia

Sabtu, 30 September 2023 - 03:03 WIB
loading...
A A A
Keluhan serupa dari Ukraina mengenai asumsi NATO juga diterbitkan oleh Le Monde pada hari Rabu. Surat kabar Perancis tersebut mewawancarai pasukan garis depan tentang manfaat – atau kekurangan – dari pelatihan yang mereka terima dari pendukung asing.

Salah satu anekdot yang disebutkan oleh Le Monde menyatakan bahwa rekrutan terlatih Jerman harus dipulangkan, karena dia hanya tahu cara mengoperasikan formasi kolom. Kiev berhenti menggunakan senjata ini setelah menderita kerugian besar dalam serangan awal melawan Rusia pada bulan Juni.

“Saya berulang kali mengatakan kepada mereka bahwa pedoman NATO tidak berlaku di Ukraina,” kata seorang tentara tentang pelatihannya di Inggris. “Jawaban mereka adalah begitulah adanya, semuanya sudah ditentukan sebelumnya.”

“Prajurit kami lebih berpengalaman dibandingkan mereka yang seharusnya melatih mereka. Banyak dari mereka telah berjuang selama sepuluh tahun,” kata yang lain. “Kita masih jauh dari standar NATO.”

Kiev menyalahkan kurangnya dukungan Barat sehubungan dengan serangan balasan musim panas sebagai penyebab buruknya hasil yang dicapai sejauh ini. Para pejabat AS yang dikutip oleh media berpendapat bahwa Kiev membuang-buang sumber daya secara tidak perlu, menolak memusatkan kekuatan untuk melakukan serangan yang menentukan, dan terlalu enggan menimbulkan korban jiwa.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
AS Resmi Jalin Kerja...
AS Resmi Jalin Kerja Sama Nuklir dengan Arab Saudi di Tengah Konflik Iran
Terungkap! Israel Kekurangan...
Terungkap! Israel Kekurangan Dana untuk Perang, Defisit Anggaran Parah
Rekomendasi
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved