PM Solomon: MSG Sepakat Tak Perjuangkan Kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia

Kamis, 28 September 2023 - 10:01 WIB
loading...
PM Solomon: MSG Sepakat...
Melanesia Spearhead Group atau MSG sepakat tidak memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia. Foto/ABC News/Leah Lowonbu
A A A
HONIARA - Perdana Menteri (PM) Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare mengatakan Melanesia Spearhead Group (MSG) sudah sepakat tidak memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat dari Indonesia.

Sogavare telah mengklarifikasi mengapa dia tidak membicarakan kemerdekaan Papua Barat atau West Papua di Majelis Umum PBB sekembalinya ke Honiara dari New York pada hari Rabu.

Menurut Sogavare mengatakan MSG sepakat untuk tidak memperjuangkan kemerdekaan bagi Papua Barat dalam pertemuan terakhirnya.

Dia melanjutkan, upaya mencapai kemerdekaan di tingkat MSG secara historis telah menyebabkan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak perlu terhadap masyarakat Papua Barat, karena hal ini terkait erat dengan gerakan kemerdekaan.

Baca Juga: Sudah 4 Bulan KKB Papua Sandera Pilot Susi Air, Ini Kata Negoisatornya

Sogavare mengatakan strategi baru blok sub-regional ini melibatkan inisiatif diskusi dengan pemerintah Indonesia.

Dia mengatakan fokusnya adalah memperlakukan masyarakat Papua Barat sebagai bagian dari Melanesia dan mendesak pemerintah Indonesia untuk menghormati mereka.

Di Majelis Umum PBB, Sogavare mengangkat isu kemerdekaan Kaledonia Baru dan Polinesia Prancis, namun tidak soal Papua Barat.

Dia mengatakan masalah kemerdekaan dan penentuan nasib sendiri adalah masalah domestik yang perlu ditangani secara internal oleh Papua Barat.

Sogavare mengatakan Komite Khusus PBB untuk Dekolonisasi telah menetapkan proses yang memberi mereka hak untuk menentukan nasib sendiri.

Komite ini, yang merupakan bagian dari Majelis Umum PBB, didedikasikan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pemberian kemerdekaan kepada negara dan masyarakat kolonial.

Namun, pemimpin oposisi Kepulauan Solomon Matthew Wale menyatakan kekecewaannya karena Sogavare mengangkat isu Kaledonia Baru dan Polinesia Prancis di PBB, namun tidak membahas Papua Barat.

Wale mengatakan baik FLNKS, aliansi partai politik pro-kemerdekaan di Kaledonia Baru, maupun orang Papua Barat adalah masyarakat Melanesia dan keduanya menginginkan kemerdekaan.

Dia mengeklaim Papua Barat menderita berada di bawah pemerintahan Indonesia.

“Kami adalah orang Melanesia dan kami harus selalu bergandengan tangan dengan saudara-saudari kami di Papua Barat,” ujarnya.

Dia mengatakan diplomasi dan geopolitik tidak boleh mengaburkan solidaritas dengan masyarakat Melanesia di Papua Barat.

Dia juga mengulangi seruannya kepada para pemimpin MSG untuk memikirkan kembali pendirian mereka terhadap Papua Barat.

“Perdana Menteri seharusnya mempertahankan pendirian Kepulauan Solomon soal Papua Barat seperti dulu. Dia tidak berbeda dengan Yudas Iskariot,” katanya, seperti dikutip RNZ, Kamis (28/9/2023).
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Media Asing Soroti Nasib...
Media Asing Soroti Nasib Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara: Eks Bos Gojek yang Dinyatakan Korupsi
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Indonesia-Belarus Bidik...
Indonesia-Belarus Bidik Peningkatan Perdagangan dan Investasi Bilateral
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Daftar Poin Perjanjian...
Daftar Poin Perjanjian yang Dituntut Iran ke AS, Penarikan Pasukan Israel hingga Selat Hormuz
Rekomendasi
Rayakan 70 Juta Streaming...
Rayakan 70 Juta Streaming ‘Masa Ini, Nanti, dan Masa Indah Lainnya’, Nuca Adakan '[LAGI] Sama Nuca’
Nobu Bank Hadirkan Soundbox...
Nobu Bank Hadirkan Soundbox QRIS Gratis dan MDR 0% bagi Pedagang Pasar Sukawati
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Tanggapan Resmi DJP
Berita Terkini
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved