Kunjungan Zelensky ke AS Dianggap Gagal, Akhir Segera Tiba bagi Ukraina?
Selasa, 26 September 2023 - 06:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Gelombang Pertama Tank Abrams Buatan AS Tiba di Ukraina
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menolak permintaan konfirmasi dan komentar dari Sputnik.
Pensiunan Letkol Angkatan Darat AS dan konsultan internasional Earl Rasmussen, mantan Wakil Presiden Institut Eurasia, mengatakan, “Pemimpin Ukraina gagal mencapai banyak tujuan selama kunjungannya ke AS, termasuk mengisolasi Rusia di Dewan Keamanan dan mendapatkan dukungan internasional yang lebih besar.”
“Dia juga tidak menerima sambutan yang kuat dari Kongres AS,” papar Rasmussen.
“Orang akan menilai petualangan di AS sebagai petualangan tanpa kegembiraan dan jelas ada kekecewaan,” lanjut Rasmussen.
“Tidak ada demonstrasi besar-besaran pro-Ukraina atau anti-Rusia di New York atau Washington. Aula Majelis PBB hanya setengah penuh untuk presentasinya, yang tampaknya lebih didasarkan pada dunia alternatif,” ungkap Rasmussen kepada Sputnik.
Dia menjelaskan, "Pada dasarnya kunjungan ini bukanlah suatu peristiwa, bahkan The New York Times menerbitkan artikel kritis sehari sebelum kemunculannya di PBB. Kebetulan? Kemungkinan besar tidak."
“Semua ini berarti satu hal, kenyataan yang harus dipahami Ukraina sekarang,” tutur Rasmussen.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih menolak permintaan konfirmasi dan komentar dari Sputnik.
Pensiunan Letkol Angkatan Darat AS dan konsultan internasional Earl Rasmussen, mantan Wakil Presiden Institut Eurasia, mengatakan, “Pemimpin Ukraina gagal mencapai banyak tujuan selama kunjungannya ke AS, termasuk mengisolasi Rusia di Dewan Keamanan dan mendapatkan dukungan internasional yang lebih besar.”
“Dia juga tidak menerima sambutan yang kuat dari Kongres AS,” papar Rasmussen.
“Orang akan menilai petualangan di AS sebagai petualangan tanpa kegembiraan dan jelas ada kekecewaan,” lanjut Rasmussen.
“Tidak ada demonstrasi besar-besaran pro-Ukraina atau anti-Rusia di New York atau Washington. Aula Majelis PBB hanya setengah penuh untuk presentasinya, yang tampaknya lebih didasarkan pada dunia alternatif,” ungkap Rasmussen kepada Sputnik.
Dia menjelaskan, "Pada dasarnya kunjungan ini bukanlah suatu peristiwa, bahkan The New York Times menerbitkan artikel kritis sehari sebelum kemunculannya di PBB. Kebetulan? Kemungkinan besar tidak."
“Semua ini berarti satu hal, kenyataan yang harus dipahami Ukraina sekarang,” tutur Rasmussen.
Lihat Juga :