Penyebab Perang Armenia dan Azerbaijan, dari Perbedaan Etnis hingga Sengketa Wilayah
Senin, 25 September 2023 - 21:30 WIB
loading...
A
A
A
Turki secara terang-terangan memberikan dukungannya terhadap Azerbaijan dengan alasan kesamaan etnis dan budaya. Selain itu, Turki dan Azerbaijan merupakan mitra penjualan gas alam.
Sedangkan Rusia sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Armenia dan Azerbaijan. Akan tetapi, Rusia lebih memanjakan Armenia daripada Azerbaijan. Hal ini terlihat ketika Rusia memperjual senjatanya kepada kedua negara tersebut, namun hanya Armenia yang mendapatkan harga spesial.
Namun seiiring berjalannya waktu, intensitas konflik semakin meningkat. Tercatat dari tahun 1994 hingga 2020, perseteruan mematikan tersebut terjadi secara berkala. Puncaknya adalah pada bulan April 2016, pertempuran sengit terjadi selama empat hari di garis perbatasan dan telah menewaskan ratusan orang di kedua belah pihak.
Baca Juga: 10 Fakta Unik Armenia, Salah Satunya Catur Jadi Pelajaran Wajib
Perang besar juga terjadi pada tahun 2020 tepatnya pada tanggal 27 September. Armenia dan Azerbaijan kembali terlibat konflik berdarah selama enam minggu yang mengakibatkan kematian lebih dari 7000 tentara dan 170 warga sipil. Konflik ini dapat diredam oleh Rusia sebagai mediator pada tanggal 10 November 2020.
Sedangkan Rusia sebenarnya memiliki hubungan baik dengan Armenia dan Azerbaijan. Akan tetapi, Rusia lebih memanjakan Armenia daripada Azerbaijan. Hal ini terlihat ketika Rusia memperjual senjatanya kepada kedua negara tersebut, namun hanya Armenia yang mendapatkan harga spesial.
Namun seiiring berjalannya waktu, intensitas konflik semakin meningkat. Tercatat dari tahun 1994 hingga 2020, perseteruan mematikan tersebut terjadi secara berkala. Puncaknya adalah pada bulan April 2016, pertempuran sengit terjadi selama empat hari di garis perbatasan dan telah menewaskan ratusan orang di kedua belah pihak.
Baca Juga: 10 Fakta Unik Armenia, Salah Satunya Catur Jadi Pelajaran Wajib
Perang besar juga terjadi pada tahun 2020 tepatnya pada tanggal 27 September. Armenia dan Azerbaijan kembali terlibat konflik berdarah selama enam minggu yang mengakibatkan kematian lebih dari 7000 tentara dan 170 warga sipil. Konflik ini dapat diredam oleh Rusia sebagai mediator pada tanggal 10 November 2020.
Lihat Juga :