5 Fakta Gerakan Khalistan, Berkembang Pesat di Kanada dan Inggris, tapi Mandul di India

Senin, 25 September 2023 - 21:05 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 1984, pasukan India menyerbu Kuil Emas, tempat suci paling suci bagi agama Sikh, di Amritsar untuk mengusir kelompok separatis yang mengungsi di sana. Operasi tersebut menewaskan sekitar 400 orang, menurut angka resmi, namun kelompok Sikh mengatakan ribuan orang tewas.

Korban tewas termasuk pemimpin militan Sikh Jarnail Singh Bhindranwale, yang dituduh pemerintah India memimpin pemberontakan bersenjata.

Baca Juga: Siapa Pemimpin Sikh Kanada Hardeep Singh Nijjar?

3. Pembunuhan PM India Indira Gandhi oleh Dua Pengawalnya dari Sikh

Pada tanggal 31 Oktober 1984, Perdana Menteri Indira Gandhi, yang memerintahkan penggerebekan di kuil tersebut, dibunuh oleh dua pengawalnya, yang merupakan orang Sikh.

Kematiannya memicu serangkaian kerusuhan anti-Sikh, di mana massa Hindu pergi dari rumah ke rumah di India utara, khususnya New Delhi, menarik warga Sikh dari rumah mereka, membacok banyak orang hingga tewas, dan membakar hidup-hidup lainnya.

4. Gerakan Khalistan Tidak Aktif di Punjab

5 Fakta Gerakan Khalistan, Berkembang Pesat di Kanada dan Inggris, tapi Mandul di India

Foto/Reuters

Tidak ada pemberontakan aktif di Punjab saat ini, namun gerakan Khalistan masih memiliki beberapa pendukung di negara bagian tersebut, serta di diaspora Sikh yang cukup besar di luar India. Pemerintah India telah berulang kali memperingatkan selama bertahun-tahun bahwa separatis Sikh berusaha bangkit kembali.

Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi juga mengintensifkan pengejaran terhadap separatis Sikh dan menangkap puluhan pemimpin dari berbagai kelompok yang terkait dengan gerakan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pilot Air Canada Ini...
Pilot Air Canada Ini Dituduh Terbang selama 17 Tahun Tanpa Lisensi yang Sah
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Bintang Ghana Thomas...
Bintang Ghana Thomas Partey Dilarang Masuk Kanada Buntut Kasus Pelecehan Seksual
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
Berita Terkini
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved