DPR Kanada Sambut Meriah Tentara Nazi saat Kunjungan Zelensky, Yahudi Marah

Senin, 25 September 2023 - 07:18 WIB
loading...
DPR Kanada Sambut Meriah...
Yaroslav Hunka, veteran Ukraina yang berjuang untuk unit militer Nazi saat Perang Dunia II, diundang dan disambut meriah oleh Parlemen Kanada selama kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Foto/CBC News
A A A
OTTAWA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kanada memberikan tepuk tangan meriah kepada seorang veteran Ukraina yang bertugas di unit militer Nazi selama Perang Dunia II.

Sambutan ini terjadi saat kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Kanada pada pekan lalu.

Organisasi-organisasi Yahudi Kanada dan para kritikus marah dan mengecam Parlemen Kanada.

"FSWC [Friends of Simon Wiesenthal Center] terkejut karena Parlemen Kanada memberikan tepuk tangan meriah kepada seorang veteran Ukraina yang bertugas di unit militer Nazi selama Perang Dunia II yang terlibat dalam pembunuhan massal orang Yahudi dan lainnya. Permintaan maaf dan penjelasan harus diberikan," kata FSWC, sebuah organisasi nirlaba Kanada yang berdedikasi untuk mendidik orang-orang tentang Holocaust, di media sosial X.

Baca Juga: Ukraina: Pertahanan Udara Rusia Tak Berdaya Hadapi Rudal Jelajah Barat

Mengutip laporan dari Toronto Star, Senin (25/9/2023), video dan foto menunjukkan Parlemen Kanada bersorak pada hari Jumat selama kunjungan Zelensky ke ibu kota negara tersebut, Ottawa. Anggota Parlemen Kanada juga memberikan penghormatan kepada Yaroslav Hunka, seorang imigran Ukraina berusia 98 tahun yang berjuang untuk Divisi Ukraina Pertama.

Divisi Ukraina Pertama, yang juga dikenal sebagai Divisi Waffen-SS Galicia, berjuang untuk Nazi sebagai cabang paramiliternya di bawah organisasi Schutzstaffel.

“Fakta bahwa seorang veteran yang bertugas di unit militer Nazi diundang dan diberi tepuk tangan meriah di Parlemen adalah suatu hal yang mengejutkan. Di saat meningkatnya antisemitisme dan distorsi Holocaust, sangat meresahkan melihat Parlemen Kanada bangkit untuk memberikan tepuk tangan kepada seseorang yang adalah anggota unit di Waffen-SS, cabang militer Nazi yang bertanggung jawab atas pembunuhan orang Yahudi dan lainnya dan dinyatakan sebagai organisasi kriminal selama sidang Pengadilan Nuremberg," lanjut FSWC.

Para komentator di media sosial bergabung dengan FSWC dalam mengecam DPR Kanada karena merayakan Hunka, yang oleh sebagian orang disebut sebagai "Nazi literal" dan "monster".

Kolumnis Kanada Joe Warmington menyerukan "permintaan maaf penuh" oleh Parlemen Kanada. "Karena merayakan Perang Dunia II Nazi di House of Commons," tulis Warmington dalam sebuah opini yang diterbitkan hari Minggu di Toronto Sun.

Associated Press mengidentifikasi pria berusia 98 tahun itu dalam keterangan fotonya sebagai seorang veteran dari "Divisi Ukraina Pertama dalam Perang Dunia II", dan media lain menggambarkan pria tersebut sebagai imigran Ukraina ke Kanada yang berjuang untuk Ukraina dalam perang melawan Rusia.

Uni Soviet memainkan peran penting dalam mengalahkan Nazi Jerman, termasuk selama Pertempuran Stalingrad, yang menandai titik balik dalam perang tersebut.

Departemen Luar Negeri AS menguraikan di situs webnya: "Tanpa upaya luar biasa dari Uni Soviet di Front Timur, Amerika Serikat dan Inggris akan kesulitan untuk meraih kemenangan militer yang menentukan atas Nazi Jerman."

Kantor Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada Fox News Digital pada hari Minggu: "Ketua DPR telah meminta maaf dan menerima tanggung jawab penuh atas dikeluarkannya undangan tersebut dan atas pengakuan di Parlemen."

"Ini adalah hal yang benar untuk dilakukan," lanjut kantor tersebut.

"Tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu yang diberikan kepada Kantor Perdana Menteri, maupun delegasi Ukraina, mengenai undangan atau pengakuan tersebut."

“Kanada akan terus membela Ukraina yang merdeka, dan kami bangga menjadi tuan rumah bagi Presiden Zelensky dan menegaskan kembali dukungan kami," imbuh kantor Trudeau.

Hunka dilaporkan diundang oleh Ketua House of Commons Anthony Rota, anggota Partai Liberal Kanada, yang memperkenalkannya sebagai pahlawan perang, menurut Edmonton City News.

Kantor Rota juga memberikan pernyataan kepada Fox News Digital yang menguraikan bahwa Ketua Parlemen menyesal mengundang Hunka.

“Saya kemudian mengetahui lebih banyak informasi yang menyebabkan saya menyesali keputusan saya untuk [mengundang Hunka],” kata Rota dalam sebuah pernyataan.

"Saya ingin menjelaskan hal initidak ada seorang pun, termasuk sesama anggota parlemen dan delegasi Ukraina, yang mengetahui niat atau pernyataan saya sebelum saya menyampaikannya."

Penghormatan dan tepuk tangan meriah tersebut terjadi di tengah kunjungan pertama Zelensky ke Kanada sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari tahun lalu.

“Saya mendapat banyak kata-kata hangat dan terima kasih dari Ukraina kepada Anda,” kata Zelensky kepada Trudeau di kantor perdana menteri Kanada.

“Anda telah membantu kami di medan perang, secara finansial dan bantuan kemanusiaan. Tetaplah bersama kami menuju kemenangan kami.”
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Jonathan David Hattrick,...
Jonathan David Hattrick, Kanada Hancurkan Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Raksasa Teknologi Oracle...
Raksasa Teknologi Oracle PHK 21.000 Karyawan usai Fokus Bisnis Beralih ke AI
Rekomendasi
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Cristiano Ronaldo Mengamuk,...
Cristiano Ronaldo Mengamuk, Portugal Pulangkan Uzbekistan
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
Tentara Lebanon Pilih...
Tentara Lebanon Pilih Mundur saat Israel Luncurkan Invasi Darat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved