5 Kekuatan Five Eyes, Aliansi Intelijen Terkuat di Dunia

Minggu, 24 September 2023 - 20:30 WIB
loading...
A A A
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan kepada CBC News, "Faktanya, kami dengan sangat jelas dan terbuka telah melakukan hal sebaliknya dengan mengungkapkan keprihatinan yang mendalam tidak lama setelah PM Trudeau membuat pengumuman tersebut."

Berikut adalah 5 kekuatan aliansi intelijen Five Eyes.

1. Awalnya Berbagai Sinyal Intelijen

Five Eyes adalah jaringan berbagi intelijen yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

Akarnya berawal dari aliansi yang awalnya dibentuk pada tahun 1946 antara Amerika Serikat dan Inggris sebagai cara untuk berbagi sinyal intelijen.

Wilayah ini diperluas pada tahun 1949 hingga mencakup Kanada dan pada tahun 1955 hingga mencakup Australia dan Selandia Baru.

Negara-negara lain, yang disebut “mitra pihak ketiga,” berbagi informasi dengan aliansi namun bukan mitra formal.

2. Berbagai Informasi Intelijen

Five Eyes mengumpulkan sumber daya dan berbagi intelijen satu sama lain. Seiring dengan perubahan teknologi selama beberapa dekade, cara negara mengumpulkan dan berbagi informasi juga mengalami perubahan. Jika dulu mereka mengandalkan sinyal radio, kini sebagian besar dilakukan melalui pelacakan dan intersepsi digital.

Tidak semua negara memberikan kontribusi yang sama.

“Five Eyes memiliki banyak kemampuan intelijen yang tidak dimiliki Kanada,” kata Wark, peneliti senior di Pusat Inovasi Pemerintahan Internasional. “Dan khususnya, hal ini berlaku di Amerika Serikat.”

Sebuah laporan baru-baru ini oleh David Johnston mengenai campur tangan asing mengatakan Kanada adalah penerima manfaat dari aliansi tersebut, dengan mengutip bukti bahwa Kanada "menerima lebih banyak dari aliansi Five Eyes daripada yang dikirimkan ke aliansi tersebut."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Profil Andy Burnham,...
Profil Andy Burnham, PM Baru Inggris
Perang Makin Sengit,...
Perang Makin Sengit, Iran Siapkan Kemungkinan Perang Darat Lawan AS
Rekomendasi
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Berita Terkini
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved