Menlu Rusia: Tatanan Dunia Baru Vs Kerajaan Kebohongan

Minggu, 24 September 2023 - 04:50 WIB
loading...
A A A
“Sangat memalukan bagi negara besar untuk bertindak seperti ini dan mengancam semua orang dan hanya menunjukkan obsesinya terhadap dominasi,” katanya kepada wartawan setelah sidang Majelis Umum PBB.

6. Sikap Rusia terhadap konflik di Ukraina

Moskow siap untuk melakukan pembicaraan mengenai konflik yang sedang berlangsung dengan Kiev kapan saja, kata Lavrov pada konferensi pers di sela-sela sidang PBB. Namun, Rusia tidak akan mempertimbangkan kesepakatan apa pun yang melibatkan gencatan senjata, katanya, seraya menambahkan bahwa Moskow dan Kiev diperkirakan hampir mencapai kesepakatan pada bulan-bulan pertama konflik setelah serangkaian pembicaraan di Belarus dan Türkiye, namun proses ini diganggu. diduga dilakukan oleh pendukung Barat Ukraina.

“Putin mengatakannya dengan sangat jelas: ya, kami siap untuk melakukan pembicaraan tetapi kami tidak akan mempertimbangkan proposal gencatan senjata apa pun karena kami pernah melakukannya dan kami tertipu.”

7. Rusia juga merespons

Lavrov menyatakan kedaulatan Ukraina sesuai dengan deklarasi kemerdekaan Ukraina dan konstitusinya, seraya menambahkan bahwa kedua dokumen tersebut juga menyatakan status non-blok Ukraina dan penghormatan terhadap bahasa Rusia dan minoritas berbahasa Rusia.

Kedaulatan Ukraina “dihancurkan oleh mereka yang melancarkan dan mendukung kudeta, yang para pemimpinnya kemudian menyatakan perang terhadap rakyatnya sendiri,” kata Lavrov, merujuk pada kudeta Maidan tahun 2014.

8. Barat secara 'de-facto' mengobarkan perang terhadap Rusia

AS dan sekutunya secara de facto terlibat konflik dengan Rusia, kata Lavrov pada konferensi pers. “Kami menyebutnya perang hibrida namun hal itu tidak mengubah keadaan,” katanya. Negara-negara Barat mengirimkan senjata ke Kiev dan melatih pasukannya, jelasnya, sehingga “Mereka secara de facto berperang melawan kami dengan tangan dan tubuh orang Ukraina.”

Negara-negara Barat juga secara terbuka mengatakan bahwa “Rusia harus dikalahkan di medan perang,” kata diplomat utama Moskow, seraya menambahkan bahwa Moskow siap untuk perkembangan seperti itu. “Dalam keadaan seperti itu, [jika mereka ingin] berada di medan perang, biarlah di medan perang,” katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
Taiwan Luncurkan Puluhan...
Taiwan Luncurkan Puluhan Rudal HIMARS ke Arah China
Iran Bantah Mohon ke...
Iran Bantah Mohon ke Trump Hentikan Serangan: Tak Ada Komunikasi Apa pun!
Rekomendasi
Aliansi UNJ Melawan...
Aliansi UNJ Melawan Gelar Aksi dan Long March
Polisi Imbau Mahasiswa...
Polisi Imbau Mahasiswa Waspadai Demo Hari Ini Ditunggangi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Final Liga Champions...
Final Liga Champions 2026: Head to Head Arsenal vs PSG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved