10 Negara Termiskin di Dunia, Anehnya Mayoritas Justru Kaya Tambang Minyak dan Emas
Jum'at, 22 September 2023 - 05:35 WIB
loading...
A
A
A
Negara yang kini dianggap sebagai titik terang di benua ini, mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 11% pada tahun lalu, menjadikannya negara ketujuh di antara negara-negara termiskin di dunia. Pertumbuhannya diperkirakan lebih lemah namun tetap kuat sebesar 6,1% pada tahun ini, dan sebesar 13% pada tahun 2024.
![10 Negara Termiskin di Dunia, Anehnya Mayoritas Justru Kaya Tambang Minyak dan Emas]()
Foto/Global Finance
Sebagai salah satu negara terkecil di Afrika, perekonomian Malawi—yang sebagian besar bergantung pada tanaman tadah hujan—masih rentan terhadap guncangan terkait cuaca. Kerawanan pangan di daerah pedesaan sangatlah tinggi.
Malawi mempunyai pemerintahan yang stabil sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1964. Namun pada tahun 2020, mahkamah konstitusi negara tersebut membatalkan kemenangan mantan presiden Peter Mutharika untuk dipilih kembali.
Teolog dan politisi Lazarus Chakwera dilantik untuk menggantikannya, dan saat ini perubahan struktural lambat terwujud. Pertumbuhan PDB tahunan turun pada tahun 2022 menjadi 0,8%. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun meningkat menjadi 24![10 Negara Termiskin di Dunia, Anehnya Mayoritas Justru Kaya Tambang Minyak dan Emas]()
Foto/Global Finance
Chad memiliki cadangan minyak terbesar kesepuluh di Afrika namun kemiskinan masih tersebar luas, menjadikannya negara termiskin kesembilan di dunia.
Sebagian besar keuntungan dari penemuan minyak negara tersebut pada tahun 2003 dihabiskan oleh penguasa otokratis negara tersebut, Idriss Deby, untuk memerangi pemberontak dan menindak segala bentuk perbedaan pendapat.
Ketika Deby terbunuh pada tahun 2021, dewan militer yang dipimpin oleh putranya, Mahamat Idriss, mengambil alih negara tersebut. Konstitusi ditangguhkan tidak lama kemudian, baik pemerintah maupun parlemen dibubarkan. Idriss tetap menjadi kepala negara “sementara” hingga hari ini.
![10 Negara Termiskin di Dunia, Anehnya Mayoritas Justru Kaya Tambang Minyak dan Emas]()
Foto/Global Finance
Republik tertua di Afrika ini termasuk dalam peringkat negara-negara termiskin di dunia selama bertahun-tahun. Ekspektasinya tinggi ketika mantan bintang sepak bola George Weah menjadi presiden pada tahun 2018.
Tahun-tahun pertamanya menjabat malah dirusak oleh inflasi yang tinggi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi yang negatif. Setelah mengalami kontraksi sebesar 3% pada tahun 2020 karena pandemi, PDB pulih menjadi 5% pada tahun 2021 dan 4,8% pada tahun 2022. Weah siap untuk dipilih kembali pada bulan Oktober tahun ini.
8. Malawi

Foto/Global Finance
Sebagai salah satu negara terkecil di Afrika, perekonomian Malawi—yang sebagian besar bergantung pada tanaman tadah hujan—masih rentan terhadap guncangan terkait cuaca. Kerawanan pangan di daerah pedesaan sangatlah tinggi.
Malawi mempunyai pemerintahan yang stabil sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1964. Namun pada tahun 2020, mahkamah konstitusi negara tersebut membatalkan kemenangan mantan presiden Peter Mutharika untuk dipilih kembali.
Teolog dan politisi Lazarus Chakwera dilantik untuk menggantikannya, dan saat ini perubahan struktural lambat terwujud. Pertumbuhan PDB tahunan turun pada tahun 2022 menjadi 0,8%. Sementara itu, inflasi tahun ke tahun meningkat menjadi 24
9. Cad

Foto/Global Finance
Chad memiliki cadangan minyak terbesar kesepuluh di Afrika namun kemiskinan masih tersebar luas, menjadikannya negara termiskin kesembilan di dunia.
Sebagian besar keuntungan dari penemuan minyak negara tersebut pada tahun 2003 dihabiskan oleh penguasa otokratis negara tersebut, Idriss Deby, untuk memerangi pemberontak dan menindak segala bentuk perbedaan pendapat.
Ketika Deby terbunuh pada tahun 2021, dewan militer yang dipimpin oleh putranya, Mahamat Idriss, mengambil alih negara tersebut. Konstitusi ditangguhkan tidak lama kemudian, baik pemerintah maupun parlemen dibubarkan. Idriss tetap menjadi kepala negara “sementara” hingga hari ini.
10.Liberia

Foto/Global Finance
Republik tertua di Afrika ini termasuk dalam peringkat negara-negara termiskin di dunia selama bertahun-tahun. Ekspektasinya tinggi ketika mantan bintang sepak bola George Weah menjadi presiden pada tahun 2018.
Tahun-tahun pertamanya menjabat malah dirusak oleh inflasi yang tinggi, pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi yang negatif. Setelah mengalami kontraksi sebesar 3% pada tahun 2020 karena pandemi, PDB pulih menjadi 5% pada tahun 2021 dan 4,8% pada tahun 2022. Weah siap untuk dipilih kembali pada bulan Oktober tahun ini.
(ahm)
Lihat Juga :