Minggu Depan, DPR AS Gelar Sidang Penyelidikan Pemakzulan Biden

Rabu, 20 September 2023 - 04:43 WIB
loading...
A A A
Anggota DPR AS Tom Emmer, anggota ketiga Partai Republik di DPR, mengatakan bahwa penyelidikan pemakzulan adalah tentang memberikan jawaban bagi rakyat Amerika.

"Tidak lebih, tidak kurang," tegasnya.

“Membuka penyelidikan pemakzulan formal akan memberi komite kami wewenang penuh di Kongres yang diperlukan untuk memberikan jawaban yang pantas bagi rakyat Amerika,” ujarnya.

Seorang juru bicara komite mengatakan sidang akan berlangsung pada 28 September dan fokus pada pertanyaan konstitusional dan hukum seputar keterlibatan presiden dalam korupsi dan penyalahgunaan jabatan publik.

“Komite Pengawasan akan terus mengikuti bukti dan jejak uang untuk memberikan transparansi dan akuntabilitas yang diminta Amerika dari pemerintah mereka,” kata juru bicara tersebut.

Ian Sams, juru bicara Gedung Putih untuk pengawasan dan investigasi, menuduh Partai Republik mencoba mengalihkan fokus dari kemungkinan penutupan pemerintah. Kongres memiliki waktu hingga akhir September untuk meloloskan undang-undang untuk mendanai pemerintah, meskipun anggota parlemen dari Partai Republik masih berselisih mengenai rencana untuk menjaga lembaga-lembaga tersebut tetap beroperasi.

Baca Juga: Biden Berupaya Gagalkan Penyelidikan Pemakzulan oleh Partai Republik

“Anggota Partai Republik yang ekstrem di DPR sudah menyampaikan rencana mereka untuk mencoba mengalihkan perhatian dari kekacauan ketidakmampuan mereka dalam memerintah dan dampaknya terhadap negara. Melakukan sidang aksi politik di hari-hari terakhir sebelum mereka menutup pemerintahan akan mengungkapkan prioritas mereka yang sebenarnya: bagi mereka, serangan pribadi yang tidak berdasar terhadap Presiden Biden lebih penting daripada mencegah penutupan pemerintahan dan penderitaan yang akan ditimbulkan pada keluarga Amerika,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Selain Dokter Tifa,...
Selain Dokter Tifa, Polda Metro Jaya Juga Tangkap Roy Suryo
Meksiko vs Korea Selatan...
Meksiko vs Korea Selatan Buntu di Babak Pertama
Berita Terkini
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, Wapres Amerika Berbalik Kecam Israel
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved