Mengapa Raja Maroko Mohammed VI Tetap Menjaga Jarak dengan Rakyatnya saat Krisis Gempa Bumi

Sabtu, 16 September 2023 - 16:30 WIB
loading...
A A A
Pemerintah mengatakan pihaknya berupaya meningkatkan investasi dan mendorong pembangunan berkelanjutan di daerah-daerah miskin dan terpencil, dan tidak ada kebijakan diskriminasi.

Sementara itu, Forbes menempatkan raja pada tahun 2015 di antara orang-orang terkaya di Afrika, dengan kekayaan pribadi senilai lebih dari USD5 miliar. Sejak ia naik takhta, perusahaan induk kerajaan Almada telah memperluas investasinya, yang mencakup saham di bidang pertambangan, perbankan, ritel, energi terbarukan, dan telekomunikasi di Maroko dan di seluruh Afrika.

Raja memerintahkan Almada untuk menyumbangkan 1 miliar dirham (USD100 juta) untuk dana tanggap gempa.

Kemunculan Muhammad di muka umum menjadi semakin jarang pada masa pemerintahannya, terutama terbatas pada beberapa acara seremonial tahunan. Dia sering melakukan perjalanan pribadi ke luar negeri, termasuk ke Prancis, bekas penguasa kolonial Maroko. Dia belum memberikan wawancara media selama bertahun-tahun.

Meskipun raja jarang muncul sejak gempa bumi terjadi, para pejabat pemerintah juga tidak terlalu menonjolkan diri.

Juru bicara pemerintah hanya muncul satu kali, membacakan pernyataan tentang dana untuk para korban dan tidak menjawab pertanyaan apa pun. Hal ini mendorong beberapa komentator untuk mengatakan bahwa krisis ini menuntut lebih banyak visibilitas publik dari para menteri.

“Para menteri dari departemen terkait yang bertanggung jawab atas kesehatan, perumahan, peralatan, air dan makanan harus keluar,” kata El Manar Esslimi, profesor universitas terkenal dan komentator reguler di media yang pernyataannya biasanya mendukung pendirian tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Venezuela: 235 Orang Tewas, 1.500 Luka, Banyak Jasad Terkubur Reruntuhan
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Venezuela Umumkan Keadaan...
Venezuela Umumkan Keadaan Darurat setelah Diguncang 2 Gempa Dahsyat, 32 Orang Tewas
Seluruh WNI di Venezuela...
Seluruh WNI di Venezuela Aman, Gedung KBRI di Caracas Tidak Rusak
Gempa Magnitudo 6,8...
Gempa Magnitudo 6,8 Guncang Pulau Tahuna Sulut
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Dobrak Tradisi, Raja...
Dobrak Tradisi, Raja Charles Ungkap Bayar Tagihan Pajak Rp306 Miliar Setahun
Rekomendasi
Kaitan Hari Kiamat dan...
Kaitan Hari Kiamat dan Rezeki dalam Surat Al Waqiah, Ternyata Ini Rahasianya
5 Peserta SPPI Meninggal...
5 Peserta SPPI Meninggal saat Latsarmil, Ini Kronologi Tiap Kasus
Demokrasi Belum Utuh...
Demokrasi Belum Utuh Jika Perempuan Masih Minim Keterwakilan
Berita Terkini
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Infografis
Berikut 5 Gempa Bumi...
Berikut 5 Gempa Bumi dengan Magnitudo Terbesar Sepanjang Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved