Trump: Saya Ingin Buktikan Palestina-Israel Bisa Berdamai

Kamis, 04 Mei 2017 - 09:31 WIB
Trump: Saya Ingin Buktikan...
Trump: Saya Ingin Buktikan Palestina-Israel Bisa Berdamai
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ia ingin membuktikan jika mereka yang meragukan adanya perdamaian antara Palestina dan Israel ternyata salah. Ia pun bersumpah untuk bekerja mewujudkan kesepakatan berat ini.

Dalam pertemuan di Gedung Putih, Trump dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas berusaha menunjukkan tekad baru untuk mengakhiri konflik hampir selama tujuh dekade. Pertemuan ini adalah pertemuan keduanya setelah Trump menjadi Presiden AS.

"Kami akan memulai sebuah proses yang semoga akan menghasilkan perdamaian," kata Trump seperti dikutip dari Telegraph, Kamis (4/5/2017).

"Seiring berjalannya waktu, saya selalu mendengar bahwa mungkin kesepakatan paling sulit adalah kesepakatan antara Israel dan Palestina. Mari kita lihat apakah kita bisa membuktikan kesalahan mereka, oke?" imbuhnya.

Trump lantas mengatakan bahwa ia akan menjadi mediator, arbitrator atau fasilitator untuk perdamaian. Ia pun menyatakan jika kedua belah pihak harus bersedia berpartisipasi dalam negosiasi langsung.

"Ada kebencian mendalam, tapi mudah-mudahan tidak ada kebencian mendalam untuk waktu yang lama," kata Trump, berbicara di samping Abbas di Ruang Roosevelt setelah pertemuan mereka.

Sementara presiden AS berbicara hanya dalam pengertian luas, Abbas meminta solusi dua negara yang akan melihat pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan pra-1976. Israel bersikeras menolak untuk kembali ke perbatasan 1967 sebagai ancaman terhadap keamanannya.

"Presiden, sudah saatnya Israel mengakhiri pendudukan rakyat dan tanah kita," kata Abbas, merujuk pada Tepi Barat, yang berada di bawah kendali Israel.

Abbas juga memainkan ego Trump dengan memuji penugasan berani dan kebijaksanaan yang dikatakannya telah memberi harapan bagi Palestina.
"kebijaksanaan" yang dia katakan telah memberi "harapan" Palestina.

Trump mengungkapkan dukungannya untuk Israel sepanjang kampanye pemilihan presiden lalu. Dan dalam pertemuannya dengan Benjamin Netanyahu, perdana menteri Israel dua bulan yang lalu, dia memberi isyarat era hubungan baru antara kedua negara.

Trump memang meminta Netanyahu untuk "menahan pembangunan permukiman sebentar". Namun dia terus menegaskan ingin memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Sebuah keputusan yang akan memicu kemarahan warga Palestina.
(ian)
Berita Terkait
Setelah Hamas Sepakat...
Setelah Hamas Sepakat Proposal Trump, Israel Setujui Rencana Perdamaian Gaza
Trump PeDe Bisa Damaikan...
Trump PeDe Bisa Damaikan Palestina-Israel
Hamas dan Fatah Bersatu...
Hamas dan Fatah Bersatu Hadapi Usulan Pencaplokan Gaza oleh Donald Trump
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Netanyahu: Palestina...
Netanyahu: Palestina akan Kembali Berunding Jika Trump Terpilih Lagi
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
4 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
5 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
7 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
8 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
9 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
10 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved