Apa Pemicu Banjir di Libya yang Menewaskan 20.000 Orang?

Jum'at, 15 September 2023 - 07:45 WIB
loading...
A A A
Sebagian besar kota – menurut beberapa pejabat seperempat atau lebih – telah musnah. Setidaknya 30.000 orang telah mengungsi.

Daerah yang terkena dampak paling parah adalah di sepanjang tepi sungai yang membelah pusat kota. Tanggul dengan seluruh lingkungan di atasnya hancur atau hanyut. Infrastruktur termasuk jembatan kota telah hancur.

Banjir menumbangkan pohon-pohon dan menghancurkan ratusan mobil, banyak yang terbalik atau atapnya terbalik. Wartawan Reuters melihat satu kendaraan terjepit di balkon lantai dua sebuah gedung. Sebagian besar kota tertutup lumpur.

Pasokan listrik dan air terputus setelah banjir. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan pada hari Rabu bahwa sebagian listrik telah pulih bersama dengan layanan internet.

3. 20.000 Warga Meninggal

Para pejabat menyebutkan jumlah korban tewas dan hilang berbeda-beda, namun semuanya berjumlah ribuan. Dalam salah satu jumlah korban jiwa terbesar yang disebutkan sejauh ini, Walikota Abdulmenam Ghaithi mengatakan kepada media penyiaran bahwa mungkin ada 18.000 hingga 20.000 orang tewas, berdasarkan jumlah distrik yang terkena dampak.

Hichem Abu Chkiouat, menteri penerbangan sipil di pemerintahan timur, mengatakan kepada Reuters bahwa sejauh ini telah dihitung lebih dari 5.300 orang tewas, dan jumlah tersebut kemungkinan akan meningkat secara signifikan dan bahkan mungkin dua kali lipat.

OCHA mengatakan pada hari Rabu perkiraannya ada lebih dari 2.000 kematian dan setidaknya 5.000 orang hilang. Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan pada hari Selasa sekitar 10.000 orang diperkirakan hilang.

4. Kerusakan Infrastruktur Sangat Parah

Apa Pemicu Banjir di Libya yang Menewaskan 20.000 Orang?

Foto/Reuters
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Dibantu Tentara Rusia,...
Dibantu Tentara Rusia, Mali Sukses Gagalkan Kudeta Militer
Mantan Menteri Gaddafi:...
Mantan Menteri Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya dengan Mempercayai AS
Eks Menteri Muammar...
Eks Menteri Muammar Gaddafi: Iran Tak Boleh Ulangi Kesalahan Libya Percayai AS
China Isi Kekosongan...
China Isi Kekosongan Militer di Benua Afrika, Penjualan Senjata Melonjak
Jejak Penampilan Terbaik...
Jejak Penampilan Terbaik Tim Afrika dalam Sejarah Piala Dunia
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved