Bak Film Action, Intel Ukraina Coba Habisi Jenderal Rusia dengan Bom Ponsel

Senin, 11 September 2023 - 14:19 WIB
loading...
Bak Film Action, Intel...
Mayor Jenderal Yuri Afanasevskii, pejabat FSB Rusia, dicoba dibunuh intelijen Ukraina dengan ponsel yang dipasangi bom. Foto/Telegram via New York Post
A A A
KYIV - Seorang jenderal Rusia terluka parah akibat ledakan ponsel yang digunakan dalam upaya pembunuhan yang gagal oleh Dinas Keamanan Ukraina. Upaya pembunuhan oleh intelijen Kyiv ini seperti adegan film action.

Mayor Jenderal Yuri Afanasevskii, mantan ketua Komite Bea Cukai Negara Republik Rakyat Luhansk—wilayah separatis Ukraina yang bergabung dengan Rusia—hendak diledakkan dengan ponsel di rumahnya di Luhansk pada 3 September lalu.

Menurut Komite Investigasi Rusia, jenderal tersebut diberi ponsel berisi bom yang meledak segera setelah diaktifkan.

Afanasevskii dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius akibat pecahan peluru di kepala, leher dan perutnya. Demikian diungkap sumber dari Dinas Keamanan Ukraina kepada RBC-Ukraine.

Baca Juga: Rusia: AS Akan Rasakan Serangan seperti 9/11 Lagi, tapi dengan Nuklir

Menurut laporan kantor berita TASS, Minggu (10/9/2023), putra sang jenderal yang berusia 21 tahun juga terluka dan tiga jarinya harus diamputasi.

Pejabat Luhansk meremehkan parahnya cedera yang dialami Afanasevskii, dan mengatakan kepada TASS bahwa dia “masih hidup dan sehat".

Sumber Luhansk mengatakan kepada media tersebut bahwa itu adalah upaya pembunuhan yang diatur oleh dinas rahasia Ukraina.

Komite Investigasi Rusia mengatakan seorang wanita telah ditangkap karena dicurigai melakukan percobaan pembunuhan setelah diduga menyerahkan ponsel berisi bahan peledak kepada Afanasevskii.

Tersangka perempuan telah mengakui perannya dalam rencana pembunuhan gagal yang diduga didalangi oleh agen intelijen Ukraina.

Afanasevskii bertugas di Dinas Keamanan Federal (FSB) yang sangat ditakuti di Rusia—penerus KGB—dan diduga bertindak sebagai “pemodal” bagi Leonid Pasechnik, kepala Republik Rakyat Luhansk.

Jenderal FSB tersebut dilaporkan telah melakukan pencucian uang untuk mendanai kelompok paramiliter pro-Rusia yang berperang melawan pasukan Kyiv.

Afanasevskii sebelumnya telah mendapat sanksi dari Uni Eropa, Inggris, Kanada, Swiss, dan Jepang.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Mutasi Polri Juni 2026:...
Mutasi Polri Juni 2026: Kombes Aris Supriyono Jabat Kabid Propam Polda Metro Jaya
Didier Deschamps Absen...
Didier Deschamps Absen Dampingi Prancis di Piala Dunia 2026 usai Ibunda Meninggal Dunia
Tuntaskan Jaringan 8,1...
Tuntaskan Jaringan 8,1 Km, Kapal Perang TNI AL Angkut 100 Ton Pipa Air Bersih YTBN Menuju Adonara
Berita Terkini
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Infografis
3 Alasan Ukraina Selalu...
3 Alasan Ukraina Selalu Didukung Barat dalam Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved