Junta Niger Tuding Prancis Kerahkan Pasukan untuk Intervensi Militer
Minggu, 10 September 2023 - 23:15 WIB
loading...
A
A
A
Klaim tersebut muncul di tengah ketegangan antara Niger dan Perancis – bekas kekuatan kolonialnya. Hubungan antara Niger dan bekas penjajahnya, Prancis, memburuk sejak Paris menyatakan pemerintahan junta militer tidak sah.
Di tengah gelombang sentimen anti-Prancis, para pemimpin kudeta juga mengikuti strategi junta di negara tetangga Mali dan Burkina Faso dalam upaya mengakhiri hubungan militer jangka panjang dengan Prancis dalam perjuangan melawan pemberontakan Islam di seluruh wilayah.
Ketika ditanya tentang komentar terbaru junta, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan "kami tidak mengakui legitimasi apa pun dalam pernyataan para pelaku kudeta."
Mengenai sekitar 1.500 tentara Prancis yang ditempatkan di Niger, Macron mengatakan keputusan apa pun mengenai penempatan mereka hanya akan dibuat melalui koordinasi dengan Bazoum.
"Jika kami memindahkan pasukan... Saya akan melakukannya hanya atas permintaan Presiden Bazoum," kata Macron pada konferensi pers di penutupan pertemuan puncak dua hari para pemimpin G20 di India, dilansir Reuters.
Di tengah gelombang sentimen anti-Prancis, para pemimpin kudeta juga mengikuti strategi junta di negara tetangga Mali dan Burkina Faso dalam upaya mengakhiri hubungan militer jangka panjang dengan Prancis dalam perjuangan melawan pemberontakan Islam di seluruh wilayah.
Ketika ditanya tentang komentar terbaru junta, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan "kami tidak mengakui legitimasi apa pun dalam pernyataan para pelaku kudeta."
Mengenai sekitar 1.500 tentara Prancis yang ditempatkan di Niger, Macron mengatakan keputusan apa pun mengenai penempatan mereka hanya akan dibuat melalui koordinasi dengan Bazoum.
"Jika kami memindahkan pasukan... Saya akan melakukannya hanya atas permintaan Presiden Bazoum," kata Macron pada konferensi pers di penutupan pertemuan puncak dua hari para pemimpin G20 di India, dilansir Reuters.
Lihat Juga :