5 Bukti Kedekatan Rusia dan Myanmar, dari Pasokan Su-30 hingga Dukungan Program Nuklir
Minggu, 10 September 2023 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Pertahanan dan diplomat tinggi Rusia telah mengunjungi Myanmar, sementara Ketua Junta Min Aung Hlaing telah berkunjung ke Rusia beberapa kali sejak tahun 2021 dan dianugerahi gelar doktor kehormatan.
![5 Bukti Kedekatan Rusia dan Myanmar, dari Pasokan Su-30 hingga Dukungan Program Nuklir]()
Foto/Reuters
Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa Rusia telah mengirimkan lebih dari 20 ton bantuan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir di Myanmar.
Kementerian menyatakan bahwa Kementerian Situasi Darurat bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar yang baru-baru ini menderita akibat topan dan banjir.
Mereka menambahkan bahwa pesawat Il-76 Rusia mengangkut lebih dari 20 ton kargo ke Yangon, termasuk makanan, persediaan penting, tenda, serta peralatan yang diperlukan untuk operasi penyelamatan dan pemulihan.
Pengiriman ini bertujuan untuk berkontribusi pada normalisasi situasi kemanusiaan dan mitigasi dampak bencana alam di Myanmar.
Bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Rusia menunjukkan komitmen komunitas internasional untuk mendukung negara-negara di saat krisis.
![5 Bukti Kedekatan Rusia dan Myanmar, dari Pasokan Su-30 hingga Dukungan Program Nuklir]()
Foto/Reuters
Komite koordinasi, yang dibentuk sebagai bagian dari Perjanjian Antarpemerintah antara Rusia dan Myanmar, bertemu untuk pertama kalinya untuk membahas kolaborasi nuklir antara kedua negara pada akhir Juni 2023 lalu.
Wakil Direktur Jenderal Rosatom Nikolai Spassky bertemu dengan Wakil Menteri Sains dan Teknologi Myanmar Aung Zeya. Setelah pertemuan tersebut, pasangan tersebut menandatangani protokol yang menguraikan kolaborasi tersebut.
3. Mengirim Bantuan Kemanusiaan

Foto/Reuters
Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan bahwa Rusia telah mengirimkan lebih dari 20 ton bantuan kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir di Myanmar.
Kementerian menyatakan bahwa Kementerian Situasi Darurat bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Myanmar yang baru-baru ini menderita akibat topan dan banjir.
Mereka menambahkan bahwa pesawat Il-76 Rusia mengangkut lebih dari 20 ton kargo ke Yangon, termasuk makanan, persediaan penting, tenda, serta peralatan yang diperlukan untuk operasi penyelamatan dan pemulihan.
Pengiriman ini bertujuan untuk berkontribusi pada normalisasi situasi kemanusiaan dan mitigasi dampak bencana alam di Myanmar.
Bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Rusia menunjukkan komitmen komunitas internasional untuk mendukung negara-negara di saat krisis.
4. Mengembangkan Program Nuklir

Foto/Reuters
Komite koordinasi, yang dibentuk sebagai bagian dari Perjanjian Antarpemerintah antara Rusia dan Myanmar, bertemu untuk pertama kalinya untuk membahas kolaborasi nuklir antara kedua negara pada akhir Juni 2023 lalu.
Wakil Direktur Jenderal Rosatom Nikolai Spassky bertemu dengan Wakil Menteri Sains dan Teknologi Myanmar Aung Zeya. Setelah pertemuan tersebut, pasangan tersebut menandatangani protokol yang menguraikan kolaborasi tersebut.
Lihat Juga :