Beri Gaji Rp56 Juta, Perusahaan Spanyol Ini Rekrut Tentara untuk Ukraina
Minggu, 10 September 2023 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Galvan, masalahnya banyak orang yang datang tanpa pelatihan, sehingga kementerian mencari relawan yang lebih terspesialisasi.
Perusahaan itu mengatakan kepada media Spanyol bahwa posisi garis depan akan menerima gaji sebesar 2.800 Euro atau Rp46,1 juta per bulan, sementara administrasi akan menerima gaji sekitar 1.800 Euro (Rp29,6 juta) per bulan. Posisi yang paling dicari adalah di unit elit, dengan gaji hingga 3.400 Euro (Rp56 juta) per bulan.
Kandidat harus memiliki pengalaman setidaknya dua tahun di sektor ini, baik militer, polisi atau keamanan. Lebih dari 200 lamaran telah diterima sejak lowongan tersebut diluncurkan seminggu yang lalu.
“Kursus ini bukan untuk orang yang datang dari awal, tidak mungkin melatih seseorang hanya dalam lima hari. Yang kami lakukan adalah mengevaluasi apakah orang tersebut benar-benar tahu dan bisa berperang di Ukraina,” terang Galvan.
Galvan juga menekankan bahwa tidak ada satupun relawan yang memiliki catatan kriminal.
Euronews telah menghubungi Kementerian Pertahanan Ukraina untuk memberikan komentar.
Baca Juga: Benarkah Rusia Kekurangan Amunisi? 11 Juta Peluru Sudah Digunakan selama Perang di Ukraina
Perusahaan itu mengatakan kepada media Spanyol bahwa posisi garis depan akan menerima gaji sebesar 2.800 Euro atau Rp46,1 juta per bulan, sementara administrasi akan menerima gaji sekitar 1.800 Euro (Rp29,6 juta) per bulan. Posisi yang paling dicari adalah di unit elit, dengan gaji hingga 3.400 Euro (Rp56 juta) per bulan.
Kandidat harus memiliki pengalaman setidaknya dua tahun di sektor ini, baik militer, polisi atau keamanan. Lebih dari 200 lamaran telah diterima sejak lowongan tersebut diluncurkan seminggu yang lalu.
“Kursus ini bukan untuk orang yang datang dari awal, tidak mungkin melatih seseorang hanya dalam lima hari. Yang kami lakukan adalah mengevaluasi apakah orang tersebut benar-benar tahu dan bisa berperang di Ukraina,” terang Galvan.
Galvan juga menekankan bahwa tidak ada satupun relawan yang memiliki catatan kriminal.
Euronews telah menghubungi Kementerian Pertahanan Ukraina untuk memberikan komentar.
Baca Juga: Benarkah Rusia Kekurangan Amunisi? 11 Juta Peluru Sudah Digunakan selama Perang di Ukraina
(ian)
Lihat Juga :