Anggota NATO Mengaku Gunakan Tank dari Museum untuk Latih Pasukan Ukraina

Sabtu, 09 September 2023 - 07:20 WIB
loading...
Anggota NATO Mengaku...
Tank tempur utama Leopard 1A5. Foto/Global Look Press/dpa/Klaus-Dietmar Gabbert
A A A
KOPENHAGEN - Denmark mengaku menggunakan barang pameran museum untuk melatih awak Ukraina menggunakan tank Leopard 1 buatan Jerman.

Pernyataan yang diterbitkan pada Jumat (8/9/2023) mengatakan sekitar enam kendaraan lapis baja berat dipinjam dari beberapa museum untuk memenuhi kebutuhan pelatihan awal tahun ini.

Kopenhagen mencapai kesepakatan dengan Belanda dan Jerman pada Februari untuk bersama-sama membeli sekitar 100 tank Leopard 1A5 untuk Kiev. Proyek ini juga melibatkan pelatihan bagi kru Ukraina.

Denmark mengoperasikan tank Leopard 1A5 hingga tahun 2005. Kopenhagen menjual sekitar 100 unit tank tersebut ke perusahaan Jerman FFG pada tahun 2010, sementara beberapa peralatan beratnya disimpan di museum.

“Militer Denmark kemudian memutuskan meminjamnya kembali untuk memulai pelatihan segera setelah keputusan memasok tank ke Ukraina diambil,” ungkap pernyataan itu.

Militer Denmark mengkonfirmasi pada Jumat bahwa mereka telah mengirimkan tank Leopard 1 gelombang pertama ke Kiev.

Baca juga: Menlu Rusia: NATO Timbulkan Risiko terhadap Asia Pasifik

Sepuluh kendaraan lapis baja berat sudah berada di Ukraina, menurut pernyataan itu. Mereka menambahkan, “Lebih banyak lagi yang sedang dikirim.”

“Bersama Jerman, Denmark memasok hampir 100 tank ke Ukraina,” ungkap Menteri Pertahanan Troels Lund Poulsen.

Menurut militer Denmark, tank-tank tersebut memerlukan renovasi karena tidak digunakan selama beberapa tahun.

Pengumuman ini muncul hanya sehari setelah seorang pakar militer terkenal Jerman menyatakan skeptis terhadap potensi peran tank di medan perang.

“Kendaraan lapis baja yang berat mungkin membantu tetapi tidak akan menjadi pengubah permainan,” ujar Ralph Thiele, pensiunan kolonel yang bertugas di Staf Perencanaan Menteri Pertahanan Jerman dan Kantor Swasta Panglima Tertinggi NATO, serta menjadi Kepala Staf di NATO Defense College, mengatakan kepada penyiar Swiss SRF.

“Tank Leopard tua memiliki beberapa kelemahan, khususnya perlindungan samping,” menurut Thiele, yang saat ini menjabat sebagai ketua Masyarakat Politik Militer Jerman.

Dia menambahkan, “Senjata-senjata tersebut mudah untuk dipukul… di bagian samping dan kualitas tembakannya lebih rendah dibandingkan model penerusnya.”

Pensiunan kolonel ini juga mengklaim tank menjadi “rentan” segera setelah musuh belajar cara melawannya.

Ketika ditanya apakah bisa dikatakan negara-negara Barat memasok besi bekas ke Ukraina, Thiele menjawab, “Jika ada yang ingin mengejeknya, (maka) ya.”

Pakar militer tersebut juga mencatat, “Jika digunakan secara tidak benar, bahkan sistem baru pun dapat dengan cepat menjadi rusak.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Update Korban Gempa...
Update Korban Gempa Venezuela: 235 Orang Tewas dan 70.000 Keluarga Terdampak
Heboh, Menteri Perempuan...
Heboh, Menteri Perempuan Swedia Bawa Bayi ke Pertemuan Uni Eropa
Rekomendasi
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved