Hukuman Mati Bomber Boston Marathon Dzhokhar Tsarnaev Dibatalkan

Sabtu, 01 Agustus 2020 - 05:58 WIB
loading...
A A A
Thompson mengatakan liputan berita yang meluas tentang pemboman dan akibatnya menampilkan foto-foto dan video-video Tsarnaev yang mengerikan—kini berusia 27 tahun—dan saudara laki-lakinya membawa ransel di arena maraton serta orang-orang yang terluka dan terbunuh di dekat garis finish.

Thompson menekankan batas putusan pengadilan. "Jangan salah; Dzhokhar akan menghabiskan hari-harinya yang tersisa dikurung di penjara, dengan satu-satunya yang tersisa adalah apakah dia akan mati dengan eksekusi (atau tidak)," katanya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/8/2020).

Tsarnaev ditahan di penjara "Supermax" Amerika Serikat di Florence, Colorado, sebuah situs yang begitu terpencil dan diamankan dengan baik sehingga dijuluki "Alcatraz of the Rockies".

Tsarnaev dan kakak laki-lakinya, Tamerlan Tsarnaev, memicu kepanikan lima hari di Boston pada 15 April 2013, ketika mereka meledakkan dua bom panci buatan sendiri di garis finish maraton dan kemudian bersembunyi.

Tiga malam kemudian, ketika mereka berusaha melarikan diri dari kota, mereka memicu babak teror baru di Boston ketika mereka membajak sebuah mobil dan kemudian menembak mati petugas kepolisian Massachusetts Institute of Technology Sean Collier. Kakak laki-laki Tsarnaev tewas pada malam itu setelah baku tembak dengan polisi, yang berakhir ketika Dzhokhar Tsarnaev menabraknya dengan mobil curian.

Polisi kemudian mengunci Boston dan sebagian besar masyarakat di sekitarnya selama hampir 24 jam, dengan para perwira bersenjata lengkap melakukan pencarian rumah ke rumah melalui pinggiran Watertown, tempat Dzhokhar Tsarnaev ditemukan bersembunyi di sebuah kapal yang berlabuh di halaman belakang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Musim Panas Makin Menyengat,...
Musim Panas Makin Menyengat, Tokyo Dorong Karyawan Kenakan Celana Pendek ke Kantor
Iran Dilaporkan Tolak...
Iran Dilaporkan Tolak Mentah-Mentah Proposal Gencatan Senjata AS
Rekomendasi
Kejagung Pastikan Proses...
Kejagung Pastikan Proses Etik Febrie Adriansyah Tunggu Perkara Pidana Inkrah
Tegaskan Pelimpahan...
Tegaskan Pelimpahan Kasus Febrie Adriansyah dari Polri Sah, Jamwas Kejagung: Pernah Dilakukan di Perkara Asabri
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi Diterima, Polda Metro Jaya: Itu Bukan Akhir dari Semuanya
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved