Hukuman Mati Bomber Boston Marathon Dzhokhar Tsarnaev Dibatalkan
Sabtu, 01 Agustus 2020 - 05:58 WIB
loading...
A
A
A
Hakim federal pada 2015 menyatakan Tsarnaev bersalah atas 30 tuduhan yang dihadapinya dan kemudian memutuskan bahwa dia pantas dihukum mati karena bom yang dia tanam menewaskan Martin Richard yang berusia 8 tahun dan pelajar pertukaran China yang berusia 23 tahun Lingzi Lu. Manajer restoran Krystle Campbell, 29, juga tewas dalam serangan bom yang dilakukan oleh Tamerlan Tsarnaev.
Pengacara Dzhokhar Tsarnaev berpendapat bahwa kasus itu seharusnya tidak diadili di Boston, di mana calon hakim terpapar liputan media yang menyayat hati tentang serangan dan korban, yang banyak di antaranya kehilangan anggota badan.
Pada hari hukumannya dijatuhkan kala itu, Tsarnaev mengakui kejahatannya.
"Saya menyesal atas nyawa yang telah saya ambil, atas penderitaan yang telah saya sebabkan kepada Anda, untuk kerusakan yang telah saya lakukan, kerusakan yang tidak dapat diperbaiki," kata Tsarnaev. "Kalau-kalau ada keraguan, saya bersalah atas serangan ini, bersama dengan saudara saya."
Pengacara Dzhokhar Tsarnaev berpendapat bahwa kasus itu seharusnya tidak diadili di Boston, di mana calon hakim terpapar liputan media yang menyayat hati tentang serangan dan korban, yang banyak di antaranya kehilangan anggota badan.
Pada hari hukumannya dijatuhkan kala itu, Tsarnaev mengakui kejahatannya.
"Saya menyesal atas nyawa yang telah saya ambil, atas penderitaan yang telah saya sebabkan kepada Anda, untuk kerusakan yang telah saya lakukan, kerusakan yang tidak dapat diperbaiki," kata Tsarnaev. "Kalau-kalau ada keraguan, saya bersalah atas serangan ini, bersama dengan saudara saya."
(min)
Lihat Juga :