G-7 Ancam Rusia: Setop Dukung Assad atau Dihajar Sanksi

Senin, 10 April 2017 - 10:56 WIB
G-7 Ancam Rusia: Setop...
G-7 Ancam Rusia: Setop Dukung Assad atau Dihajar Sanksi
A A A
LONDON - Inggris dan negara-negara lain yang tergabung dalam kelompok G-7 mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia jika terus mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Inggris dan negara-negara Barat lainnya menuduh rezim Suriah sebagai pelaku serangan senjata kimia yang renggut puluhan orang di Khan Sheikhoun, Idlib.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson telah bekerja bersama mitra-mitranya di G-7 untuk menyusun proposal yang menuntut penarikan pasukan Rusia dari Suriah. Proposal itu juga menekan Moskow untuk mengakhiri dukungannya kepada Assad.

Jika Rusia bersedia memenuhi tuntutan G-7, sebagai imbalannya, Moskow bisa bergabung kembali dengan kelompok negara-negara industri di dunia itu yang sebelumnya bernama G-8.

Rusia didepak dari G-8 setelah menganeksasi Crimea dari Ukraina pada tahun 2014. Ancaman kelompok G-7 terhadap Moskow itu dilaporkan surat kabar Times.

Tekanan terhadap Moskow mulai dirancang dalam pertemuan negara-negara industri tersebut yang berlangsung di Italia pada Senin (10/4/2017). Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson ikut bergabung dalam kelompok yang mengancam Rusia.

“Sudah terlihat minggu ini bahwa (Menlu) Tillerson dan (Presiden Donald) Trump telah mengatakan tidak ada masa depan bagi Assad, satu helai apa yang bisa keluar dari G7 adalah bahwa kita mengatakan Assad harus lengser,” kata seorang sumber di Kementerian Luar Negeri Inggris seperti dikutip Telegraph.

Tillerson yang hendak berkunjung ke Moskow sempat menyatakan sikapnya atas posisi Rusia yang selalu pasang badan untuk rezim Assad.

”Saya berharap Rusia berpikir hati-hati tentang melanjutkan aliansi dengan Bashar al-Assad karena setiap kali salah satu dari serangan-serangan mengerikan (Assad) akan menyeret Rusia lebih dekat untuk bertanggung jawab,” katanya kepada ABC, semalam.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
Rusia: AS Tolak Hadiri...
Rusia: AS Tolak Hadiri Pertemuan Bahas Situasi Suriah
Lavrov: Kehadiran Militer...
Lavrov: Kehadiran Militer AS di Suriah Persulit Upaya Rekonsiliasi
Rusia Sebut Tentara...
Rusia Sebut Tentara AS Coba Hadang Konvoi Militer Mereka di Suriah
Rusia-AS Dilaporkan...
Rusia-AS Dilaporkan Mulai Patroli Bersama di Suriah
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
28 menit yang lalu
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
56 menit yang lalu
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
3 jam yang lalu
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
3 jam yang lalu
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
4 jam yang lalu
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
10 jam yang lalu
Infografis
7 Poin Doktrin Nuklir...
7 Poin Doktrin Nuklir Baru Rusia, Salah Satunya Wewenang Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved