Bos TV Kremlin Mengeluh Rusia Tak Punya Sekutu Sama Sekali dalam Perang Ukraina
Rabu, 06 September 2023 - 15:47 WIB
loading...
A
A
A
“Ini adalah perang yang paling sulit dan terberat karena ini adalah perang pertama dalam sejarah kami di mana kami tidak memiliki sekutu sama sekali,” kata Simonyan.
Diksi yang digunakan Simonyan itu melanggar pedoman Kremlin yang dari awal melarang penggunaan diksi perang dan menegaskan bahwa tindakan Rusia di Ukraina adalah “operasi militer khusus".
Kremlin mengadopsi istilah "operasi militer khusus" sejak invasi besar-besaran ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022. Sejak itu, beberapa pihak telah menyimpang dari pedoman tersebut, termasuk sekutu Putin dan propagandis Kremlin, Vladimir Solovyov, dalam siaran pada November tahun lalu.
Meskipun demikian, warga biasa di negara Rusia dihukum karena menyebut serangan terhadap Ukraina sebagai “perang” atau sebagai “invasi”. Hukuman itu merujuk pada undang-undang yang disahkan pada Maret 2022 untuk menindak perbedaan pendapat.
Simonyan berpendapat bahwa konflik yang sedang berlangsung di Ukraina lebih sulit bagi Rusia daripada Perang Dunia I atau Perang Dunia II, karena saat ini Rusia kekurangan sekutu.
“Dalam apa yang biasa disebut Perang Dunia I, kita juga berperang bersama. Bersama Inggris Raya, Prancis, Amerika Serikat. Dan dalam Perang Dunia II dengan begitu banyak negara, dengan dunia yang begitu kuat terlebih dahulu, bersama-sama kami memukuli, memukul, dan mengakhiri kekejian fasis itu," katanya.
Diksi yang digunakan Simonyan itu melanggar pedoman Kremlin yang dari awal melarang penggunaan diksi perang dan menegaskan bahwa tindakan Rusia di Ukraina adalah “operasi militer khusus".
Kremlin mengadopsi istilah "operasi militer khusus" sejak invasi besar-besaran ke Ukraina yang dimulai pada 24 Februari 2022. Sejak itu, beberapa pihak telah menyimpang dari pedoman tersebut, termasuk sekutu Putin dan propagandis Kremlin, Vladimir Solovyov, dalam siaran pada November tahun lalu.
Meskipun demikian, warga biasa di negara Rusia dihukum karena menyebut serangan terhadap Ukraina sebagai “perang” atau sebagai “invasi”. Hukuman itu merujuk pada undang-undang yang disahkan pada Maret 2022 untuk menindak perbedaan pendapat.
Simonyan berpendapat bahwa konflik yang sedang berlangsung di Ukraina lebih sulit bagi Rusia daripada Perang Dunia I atau Perang Dunia II, karena saat ini Rusia kekurangan sekutu.
“Dalam apa yang biasa disebut Perang Dunia I, kita juga berperang bersama. Bersama Inggris Raya, Prancis, Amerika Serikat. Dan dalam Perang Dunia II dengan begitu banyak negara, dengan dunia yang begitu kuat terlebih dahulu, bersama-sama kami memukuli, memukul, dan mengakhiri kekejian fasis itu," katanya.
Lihat Juga :