Ukraina Habiskan Rp1,5 Triliun per Hari untuk Berperang Melawan Rusia
Selasa, 05 September 2023 - 14:51 WIB
loading...
A
A
A
Reznikov menyatakan bahwa skandal korupsi di kalangan militer dan “label” yang diberikan oleh para kritikus telah membuat takut para pengusaha untuk tidak bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan.
“Saya secara rutin bertemu dengan asosiasi-asosiasi besar, berbicara di forum mereka, dan mereka mengatakan: tidak nyaman bagi kami untuk membuat kontrak dengan Kementerian Pertahanan atau lembaga negara lainnya karena lembaga penegak hukum segera mulai mengganggu kami dan menyita rekening kami,” kata Reznikov.
“Di mana pun Anda melihat, semua orang korup, tidak ada orang yang baik di dunia ini,” tambahnya. Dia mengungkap bahwa para pengkritik kementerian tersebut secara universal melihat aktivitas mereka sebagai “perang salib” melawan “tikus-tikus” dan “koruptor” di dalam kementerian.
Baca Juga: Mengapa Mossad Kerap Gagal Menyabotase Industri Pertahanan Iran? Berikut 5 Alasannya
Reznikov yang akan keluar ini dan menjabat sejak November 2021, tak lama sebelum konflik antara Rusia dan Ukraina pecah. Masa jabatannya telah dirusak oleh berbagai skandal korupsi, dan kementerian tersebut berulang kali dituduh membeli peralatan dan bahan makanan dari militer dengan harga yang sangat tinggi.
“Saya secara rutin bertemu dengan asosiasi-asosiasi besar, berbicara di forum mereka, dan mereka mengatakan: tidak nyaman bagi kami untuk membuat kontrak dengan Kementerian Pertahanan atau lembaga negara lainnya karena lembaga penegak hukum segera mulai mengganggu kami dan menyita rekening kami,” kata Reznikov.
“Di mana pun Anda melihat, semua orang korup, tidak ada orang yang baik di dunia ini,” tambahnya. Dia mengungkap bahwa para pengkritik kementerian tersebut secara universal melihat aktivitas mereka sebagai “perang salib” melawan “tikus-tikus” dan “koruptor” di dalam kementerian.
Baca Juga: Mengapa Mossad Kerap Gagal Menyabotase Industri Pertahanan Iran? Berikut 5 Alasannya
Reznikov yang akan keluar ini dan menjabat sejak November 2021, tak lama sebelum konflik antara Rusia dan Ukraina pecah. Masa jabatannya telah dirusak oleh berbagai skandal korupsi, dan kementerian tersebut berulang kali dituduh membeli peralatan dan bahan makanan dari militer dengan harga yang sangat tinggi.
Lihat Juga :