Kerap Timbulkan Kecelakaan, Paris Haramkan Skuter Listrik
Sabtu, 02 September 2023 - 10:29 WIB
loading...
Paris melarang skuter listrik karena kerap menimbulkan kecelakaan. Foto/Ilustrasi
A
A
A
PARIS - Ibu Kota Prancis , Paris , melarang penyewaan skuter listrik (e-skuter) sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah orang yang terluka dan terbunuh.
Armada terakhir dari e-skuter bertenaga baterai yang dapat dibagikan di Paris yang berjumlah 15.000 orang telah dihapus dari jalan-jalan kota pada hari Kamis, jelang larangan yang mulai berlaku pada hari Jumat waktu setempat setelah kontrak operator skuter berakhir.
Paris adalah salah satu kota pertama di Eropa yang mengadopsi kendaraan roda dua lima tahun lalu. Kini, lima tahun setelahnya, Paris menjadi salah satu ibu kota pertama yang melarang kendaraan listrik sewaan seperti dilansir dari RT, Sabtu (2/9/2023).
Larangan itu berlaku setelah referendum pada bulan April menunjukkan hasil 90% pemilih menginginkan kendaraan tersebut dihilangkan.
Baca Juga: Mulai Awal September Skuter Listrik Dilarang Beredar di Paris
Tingkat partisipasi pemilih sangat rendah – hanya 7,5% penduduk yang memberikan suara – dan perusahaan penyewaan mobil mengeluhkan “metode pemungutan suara yang membatasi” yang menyeret Paris kembali ke masa kegelapan angkutan umum meskipun Olimpiade 2024 sudah dekat.
Armada terakhir dari e-skuter bertenaga baterai yang dapat dibagikan di Paris yang berjumlah 15.000 orang telah dihapus dari jalan-jalan kota pada hari Kamis, jelang larangan yang mulai berlaku pada hari Jumat waktu setempat setelah kontrak operator skuter berakhir.
Paris adalah salah satu kota pertama di Eropa yang mengadopsi kendaraan roda dua lima tahun lalu. Kini, lima tahun setelahnya, Paris menjadi salah satu ibu kota pertama yang melarang kendaraan listrik sewaan seperti dilansir dari RT, Sabtu (2/9/2023).
Larangan itu berlaku setelah referendum pada bulan April menunjukkan hasil 90% pemilih menginginkan kendaraan tersebut dihilangkan.
Baca Juga: Mulai Awal September Skuter Listrik Dilarang Beredar di Paris
Tingkat partisipasi pemilih sangat rendah – hanya 7,5% penduduk yang memberikan suara – dan perusahaan penyewaan mobil mengeluhkan “metode pemungutan suara yang membatasi” yang menyeret Paris kembali ke masa kegelapan angkutan umum meskipun Olimpiade 2024 sudah dekat.
Lihat Juga :